Inspeksi Presiden ke Gudang Bulog untuk Buktikan Ketahanan Pangan

Naufal Zuhdi
20/4/2026 12:58
Inspeksi Presiden ke Gudang Bulog untuk Buktikan Ketahanan Pangan
Ketua Umum Perhimpunan Agronomi Indonesia, Muhammad Syakir(Peragi)

Ketua Umum Perhimpunan Agronomi Indonesia, Muhammad Syakir, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Perum Bulog di Danurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Menurut Syakir, sidak tersebut menjadi bukti bahwa ketersediaan stok beras benar-benar nyata dan bukan sekadar data administratif. Ia menilai langkah Presiden penting untuk memastikan secara langsung bahwa cadangan pangan nasional, khususnya beras, berada dalam kondisi aman dan siap didistribusikan kepada masyarakat.

Syakir menyebut kunjungan tersebut sekaligus menjawab keraguan sejumlah pihak, termasuk Feri Amsari, terkait kondisi stok beras nasional. Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, pemerintah dinilai mampu memberikan kepastian kepada publik.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sidak merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memantau ketahanan pangan nasional. Presiden dinilai tidak ingin hanya mengandalkan laporan formal, melainkan memastikan kondisi riil di lapangan. Hasil sidak menunjukkan bahwa stok beras tersedia dalam jumlah yang memadai, baik untuk kebutuhan daerah maupun nasional.

Berdasarkan pemantauan anggota Peragi di berbagai wilayah, Syakir menyebut hasil panen di sejumlah daerah tergolong baik dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hal ini dinilai sebagai indikator bahwa target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah telah tercapai.

Ia juga menilai Presiden Prabowo memiliki perhatian besar terhadap sektor pangan, sehingga seluruh pelaku di bidang pertanian diharapkan turut mendukung kebijakan tersebut.
Selain kuantitas, Syakir juga menyoroti peningkatan kualitas stok pangan yang dinilai semakin baik. Dalam sidak tersebut, gudang Bulog dilaporkan terisi penuh dengan kapasitas mencapai 7.000 ton, mencerminkan kondisi ketahanan pangan yang stabil dan terkendali.

Ke depan, Syakir berharap keberhasilan swasembada beras dapat diikuti oleh komoditas lainnya, seperti kedelai, jagung, daging, dan gula, guna memperkuat ketahanan pangan nasional secara menyeluruh.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya