Dirut Bulog Persilakan Masyarakat Cek Stok Beras di Gudang Bulog

Andhika Prasetyo
20/4/2026 07:46
Dirut Bulog Persilakan Masyarakat Cek Stok Beras di Gudang Bulog
ilustrasi(Antara)

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mempersilakan masyarakat untuk mengecek langsung stok beras di gudang sebagai bentuk keterbukaan informasi publik. Langkah ini juga bertujuan memastikan bahwa ketersediaan pangan nasional tetap aman dan terjaga.

Rizal menjelaskan bahwa Bulog membuka akses bagi publik untuk melihat kondisi riil stok beras. Transparansi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), yang diklaim dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta siap didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.

 

Pada tahun 2026, Bulog menargetkan penyerapan sebanyak 4 juta ton setara beras. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3 juta ton. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.

Proses penyerapan dilakukan secara aktif melalui jajaran kantor wilayah dan cabang Bulog. Strategi “jemput bola” diterapkan dengan turun langsung ke sawah, lokasi panen, hingga penggilingan padi di berbagai daerah di Indonesia.

Kapasitas Gudang dan Strategi Penyimpanan

Seiring meningkatnya penyerapan sejak awal 2026, tingkat keterisian gudang Bulog juga mengalami lonjakan signifikan. Saat ini, Bulog mengelola:

  • 1.540 unit gudang milik sendiri dengan kapasitas sekitar 3,06 juta ton
  • 1.254 unit gudang filial (non-Bulog) dengan kapasitas sekitar 2,68 juta ton

Pemanfaatan gudang tambahan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh stok tersimpan dengan aman, terdistribusi merata, dan tetap dalam kondisi optimal.

Stok Beras Nasional Capai 4,88 Juta Ton

Per 18 April 2026, stok beras yang dikelola Bulog tercatat mencapai 4.881.105 ton setara beras. Menurut Rizal, angka tersebut menunjukkan kesiapan yang sangat baik dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga beras di tingkat nasional.

Optimalnya kapasitas penyimpanan juga mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam menyerap produksi dalam negeri serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Jaya melakukan inspeksi mendadak ke gudang Bulog di Magelang, Jawa Tengah.

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan bahwa cadangan pangan, khususnya beras, berada dalam kondisi aman dan siap didistribusikan. Gudang yang dikunjungi memiliki kapasitas 7.000 ton dan dilaporkan dalam kondisi terisi penuh.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya