Stok Beras Cipinang Tembus 47 Ribu Ton, DKI Pastikan Pasokan Aman dan Harga Terkendali

Mohamad Farhan Zhuhri
28/4/2026 22:45
Stok Beras Cipinang Tembus 47 Ribu Ton, DKI Pastikan Pasokan Aman dan Harga Terkendali
Ilustrasi(Dok Freepik)

BADAN Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya memastikan pasokan beras ibu kota dalam kondisi aman. Saat ini, cadangan di Pasar Induk Beras Cipinang mencapai mencapai 47.449 ton per 26 April 2026.

Direktur Utama Food Station Dodot Tri Widodo menjelaskan stok tersebut masih berada pada level aman, dengan pergerakan beras masuk dan keluar yang stabil setiap harinya.

“Berdasarkan pencatatan kami, stok beras di PIBC masih dalam level aman. Per 26 April 2026 mencapai 47.449 ton, dengan rata-rata pergerakan hingga 2.500 ton per hari,” ujar Dodot dalam keterangannya, Selasa (28/4).

Ia menekankan, posisi stok yang terjaga menjadi kunci menjaga ketahanan pangan Jakarta, terutama di tengah dinamika harga bahan pokok. Untuk itu, Food Station tidak hanya mengandalkan pasokan, tetapi juga mengintervensi sisi distribusi dan harga.

Salah satu langkah konkret yang digencarkan adalah pelaksanaan pasar murah setiap hari di empat titik berbeda. Program ini menyasar langsung masyarakat dengan menjual kebutuhan pokok seperti beras sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), minyak goreng, gula, tepung, hingga telur ayam dengan harga terjangkau.

“Ini bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat. Kami pastikan intervensi harga dilakukan secara konsisten di lapangan,” kata Dodot.

Di sisi hulu, Food Station juga memastikan ketersediaan bahan baku beras untuk program pangan bersubsidi tetap aman. Kerja sama dengan gabungan kelompok tani (gapoktan), penggilingan, hingga pelaku usaha di daerah produsen terus diperkuat untuk menjaga kesinambungan pasokan.

Tak hanya itu, sinergi dengan Perum Bulog juga diperluas melalui penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Distribusi dilakukan lewat berbagai kanal, mulai dari koperasi, FoodHub, hingga jaringan pedagang kelontong.

“Langkah ini penting untuk memastikan distribusi berjalan lancar sekaligus menjaga harga tetap stabil di tingkat masyarakat,” tegasnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya