CORE Ingatkan Pentingnya Kualitas SDM Manajer Kopdes Merah Putih

Putri Rosmalia Octaviyani
18/4/2026 14:36
CORE Ingatkan Pentingnya Kualitas SDM Manajer Kopdes Merah Putih
PENELITI Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet.(Dok. Antara)

PENELITI Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, memberikan catatan kritis terkait program rekrutmen 30 ribu manajer Kopdes Merah Putih. Ia menekankan pentingnya kesesuaian keterampilan sumber daya manusia (SDM) dengan kebutuhan riil di lapangan agar program lowongan Kopdes Merah Putih tersebut tidak sekadar menjadi rekrutmen massal tanpa dampak signifikan.

Yusuf menilai, meski program ini membuka peluang besar bagi tenaga terdidik, pemerintah harus memastikan SDM yang terpilih memiliki kapasitas manajerial yang mumpuni. Ia menyoroti kriteria rekrutmen yang dianggap terlalu umum.

“Dengan kriteria yang relatif umum—lulusan berbagai jurusan, tanpa keharusan pengalaman bisnis yang kuat—program ini lebih terlihat seperti rekrutmen fresh graduate (lulusan baru) dalam skala besar,” ujar Yusuf di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Risiko Kesenjangan Keterampilan

Menurut Yusuf, kriteria yang longgar berpotensi menimbulkan kesenjangan antara profil tenaga kerja dengan kompleksitas tugas di lapangan. Manajer Kopdes Merah Putih nantinya akan langsung berhadapan dengan dinamika usaha yang menantang, mulai dari tekanan likuiditas, pengelolaan rantai pasok, hingga kewajiban kredit.

Selain aspek teknis, Yusuf mengingatkan agar prinsip dasar koperasi tetap terjaga. “Koperasi pada dasarnya adalah organisasi berbasis anggota, dengan prinsip partisipasi dan kepemilikan bersama,” imbuhnya.

Soroti Skema Kontrak dan Dampak Urbanisasi

Aspek lain yang disoroti CORE Indonesia adalah daya tarik program di pasar tenaga kerja. Skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun dinilai memiliki risiko adverse selection.

“Risiko yang muncul adalah talenta terbaik mungkin tidak tertarik karena masa depan yang tidak jelas setelah kontrak berakhir. Akhirnya, yang masuk adalah mereka yang tidak punya alternatif pekerjaan lain yang lebih stabil,” jelas Yusuf.

Terkait upaya pemerintah menahan laju urbanisasi melalui penempatan di desa, Yusuf berpendapat efeknya bisa bersifat sementara. Tanpa fondasi bisnis koperasi yang kuat, para tenaga kerja ini diprediksi akan kembali mencari peluang di kota besar setelah masa kontrak dua tahun selesai.

“Jadi efek terhadap urbanisasi berpotensi hanya sementara, bukan perubahan struktural,” tegasnya.

Informasi Rekrutmen

Sebagai informasi, pemerintah secara resmi telah membuka rekrutmen untuk 30.000 formasi manajer Kopdes Merah Putih. Pendaftaran dibuka pada 15 hingga 24 April 2026 dengan skema PKWT (Kontrak 2 Tahun).

Program ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi perdesaan, namun CORE Indonesia menekankan bahwa keberhasilannya sangat bergantung pada kualitas seleksi dan pendampingan SDM di lapangan. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya