Jiwa Entrepreneurship Jadi Kunci bagi Manajer Kopdes Merah Putih

Media Indonesia
17/4/2026 21:05
Jiwa Entrepreneurship Jadi Kunci bagi Manajer Kopdes Merah Putih
Kemenkop mengharuskan Koperasi Merah Putih menyerap produk lokal: Pramuniaga merapikan produk yang dijajakan di gerai sembako Koperasi Merah Putih Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (6/1/2026).(Antara)

PARA manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih ditekankan agar memiliki jiwa kewirausahaan. Hal itu disampaikan oleh Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Tedi Bharata.

"Jadi ini karyawan tapi rasa entrepreneur-nya tinggi. Ini pengalaman yang berharga selama dua tahun ini," ujar Tedi di Jakarta, Jumat (17/4).

Menurutnya, para manajer Kopdes Merah Putih nantinya tidak hanya bekerja sebagai karyawan, tetapi juga akan memperoleh pengalaman luas, termasuk menjalin relasi dengan berbagai pihak selama masa kerja dua tahun.

"Ini menarik sekali. Ini manajer Kopdes, koperasi. Jadi sebagai karyawan tapi selama dua tahun ini temen-temen yang nanti diterima akan dapat banyak eksposur. Dapat banyak eksposur sebagai manajer Kopdes, berhubungan dengan apa? Dengan BUMN, karena nanti produk-produk BUMN yang ada di situ, pupuk, kemudian LPG. Kemudian juga di situ juga akan dijual barang-barang atau produk-produk hasil desa," katanya.

Lebih lanjut, Tedi berharap para manajer mampu berperan aktif dalam mengembangkan koperasi desa agar lebih maju dan mandiri.

"Bagaimana ke depannya? Tentunya ke depannya ingin menjadi karyawan dari koperasi desa ini, dengan punya pengetahuan segala macam. Tapi dua tahun ini seperti di-drill begitu. Ada Agrinas yang memberikan pelatihan, memberikan bantuan. Sehingga ke depannya dia bisa mengembangkan koperasi ini. Ini tahap awal saja," kata Tedi.

Terkait peluang perpanjangan kontrak, ia menegaskan bahwa hal tersebut akan sangat bergantung pada performa masing-masing manajer selama masa kerja.

"Nanti kita lihat dulu. Tapi tentunya kinerja juga menentukan. Kita harapannya apa? Tujuannya apa? Mengembangkan koperasi desa. Koperasi desa itu punya siapa? Punya desa itu sendiri. Kalau kinerjanya kurang ya mohon maaf sepertinya juga tidak bisa lanjut. Tadi, ini karyawan tapi perlu memiliki entrepreneurship yang tinggi. Dan dua tahun ini akan dididik dengan tadi banyak pengalaman, eksposur, dan berhubungan dengan tadi banyak pihak gitu. Saya kira itu pengalaman yang sangat berharga untuk mereka," kata Tedi.

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dibuka

Sebagai bagian dari program penguatan ekonomi desa, pemerintah melalui panitia seleksi nasional resmi membuka lowongan untuk 30.000 posisi manajer Kopdes Merah Putih.

Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satuan Tugas Pembentukan Kopdes Merah Putih, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa rekrutmen tahap awal ini menyediakan puluhan ribu formasi.

Seleksi ini terbuka bagi lulusan D3, D4, hingga S1 dari semua jurusan, dengan batas usia maksimal 35 tahun serta IPK minimum 2,75. Pendaftaran dapat dilakukan hingga 24 April 2026 melalui situs resmi yang telah disediakan.

Zulkifli juga menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara transparan, terbuka, dan bebas biaya.

Para kandidat yang lolos nantinya akan bekerja di bawah naungan BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya