Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT koperasi sekaligus Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Koperasi, Agung Sujatmiko, menekankan pentingnya transparansi dan kejelasan skema rekrutmen serta penempatan manajer Kopdes Merah Putih. Hal ini dinilai krusial untuk meminimalkan potensi konflik sosial di tingkat desa.
Agung menyoroti aspek mendasar mengenai asal sumber daya manusia (SDM) yang akan mengisi posisi tersebut. Menurutnya, pemerintah harus memastikan apakah tenaga kerja tersebut diambil dari warga desa setempat atau didatangkan dari luar daerah.
"Kalau direkrut, pertanyaannya dari mana sumber rekrutmennya? Apakah dari desa situ atau dari luar desa yang akan ditempatkan?" ujar Agung saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Perbedaan latar belakang sosiokultural menjadi perhatian utama. Agung menilai manajer Kopdes Merah Putih yang berasal dari luar daerah mungkin akan menghadapi tantangan besar dalam memahami kondisi sosial dan budaya masyarakat lokal. Keterbatasan pemahaman ini berisiko menghambat koordinasi dengan pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa.
Selain masalah teknis pekerjaan, penempatan tenaga luar desa juga berpotensi memicu kecemburuan sosial, terutama jika di desa tersebut terdapat lulusan sarjana yang masih menganggur.
"Misalkan di situ ada sarjana yang menganggur, mereka mungkin berpikir kenapa tidak diambil dari desa kami. Ini bisa menimbulkan konflik karena manajer merasa hanya menjalankan tugas pusat tanpa mempertimbangkan dinamika lokal," tambahnya.
Namun, Agung juga memberikan catatan bahwa rekrutmen dari warga lokal bukan tanpa tantangan. Kedekatan dengan lingkungan tempat tinggal tidak selalu menjamin peningkatan kinerja atau inovasi. Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah untuk merumuskan indikator kinerja (KPI) yang ketat dan kontrak kerja yang jelas.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya telah menyatakan bahwa pemerintah akan mengutamakan masyarakat lokal dalam proses seleksi lowongan Kopdes Merah Putih tersebut.
"Kalau ada dua kandidat dengan nilai sama, maka diprioritaskan yang berasal dari kawasan terdekat," tegas Zulkifli.
Program penempatan 30.000 manajer ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk mentransformasi koperasi desa agar dikelola secara lebih modern, profesional, dan mampu mendukung ketahanan pangan nasional di bawah koordinasi PT Agrinas Pangan Nusantara. (Ant/H-3)
Peneliti CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyoroti risiko rekrutmen 30 ribu manajer Kopdes Merah Putih terkait kesenjangan keterampilan dan urbanisasi.
Pengamat CORE Indonesia menilai rekrutmen 30 ribu manajer Kopdes Merah Putih dorong konsumsi desa, namun ingatkan risiko kredit macet bagi APBN.
Pengamat koperasi Agung Sujatmiko menekankan pentingnya SOP dan indikator kinerja bagi 30.000 manajer Kopdes Merah Putih agar koperasi desa profesional.
PARA manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih ditekankan agar memiliki jiwa kewirausahaan.
DINAMIKA ketenagakerjaan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mengalami transformasi seiring dengan kebutuhan efisiensi dan ekspansi bisnis.
PEMERINTAH resmi membuka rekrutmen besar-besaran untuk 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved