Impor Minyak Rusia Masuk Indonesia April 2026

 Gana Buana
17/4/2026 14:46
Impor Minyak Rusia Masuk Indonesia April 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan minyak mentah Rusia mulai masuk Indonesia April 2026.(Dok. MGN)

PEMERINTAH Indonesia mengambil langkah strategis di tengah eskalasi konflik global dengan mempercepat impor energi dari Rusia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pengiriman minyak mentah (crude oil) asal Rusia dijadwalkan mulai masuk ke tanah air pada April 2026.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan dampak perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Bahlil menegaskan bahwa diversifikasi sumber energi menjadi harga mati untuk menjaga ketahanan nasional.

“Kalau untuk crude, mungkin bulan-bulan ini (April) bisa dikirim ke Indonesia. Insyaallah,” ujar Bahlil dilansir dari Antara, Jumat (17/4).

Diversifikasi di Tengah Krisis

Keputusan mengimpor energi dari Rusia merupakan hasil nyata dari negosiasi tingkat tinggi yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Bahlil di Rusia pada Senin (13/4). Selain minyak mentah, pemerintah juga tengah memfinalisasi pembelian LPG dari Moskow.

Kebutuhan LPG Indonesia pada 2026 diproyeksikan melonjak hingga 10 juta ton. Namun, produksi domestik hanya mampu menyuplai 1,6 juta ton, sehingga terdapat celah sebesar 8,4 juta ton yang wajib dipenuhi melalui impor.

Antisipasi Dampak Serangan Aramco

Bahlil menyoroti kerentanan pasokan energi global, terutama setelah fasilitas industri Saudi Aramco terkena serangan rudal. Hal ini memicu kekhawatiran akan stabilitas pasokan dari Timur Tengah yang selama ini menjadi tumpuan Indonesia.

“Begitu Saudi Aramco kena rudal di pabrik mereka, itu pasti berpengaruh kepada global. Oleh karena itu, harus ada diversifikasi. Kita akan membeli crude dari Rusia, dan ini juga kita lakukan di negara lain termasuk Amerika,” tegas Bahlil.

Dengan masuknya Rusia sebagai pemasok alternatif, pemerintah optimistis keandalan pasokan energi nasional akan tetap terjaga meski kondisi geopolitik dunia sedang tidak menentu. Strategi ini diharapkan mampu menekan risiko kelangkaan energi di dalam negeri dalam jangka panjang.

Data Impor LPG Indonesia (Sebelum Krisis):

  • Amerika Serikat: 70-75%
  • Timur Tengah: 20%
  • Lainnya (Australia, dll): 5%

(Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya