Rupiah Hari Ini: Melemah karena Israel Langgar Gencatan Senjata

Andhika Prasetyo
09/4/2026 10:18
Rupiah Hari Ini: Melemah karena Israel Langgar Gencatan Senjata
ilustrasi(Antara)

Nilai tukar Rupiah Indonesia kembali melemah pada perdagangan Kamis pagi, seiring meningkatnya tekanan eksternal akibat memanasnya kembali konflik di Timur Tengah. Rupiah terkoreksi 18 poin atau 0,11% ke level Rp17.030 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp17.012 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menyebut pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global setelah munculnya laporan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata. Menurutnya, serangan Israel ke Lebanon memicu kembali kekhawatiran pasar dan mendorong kenaikan harga minyak dunia, yang berdampak negatif bagi mata uang negara berkembang.

Ketegangan ini mencuat setelah adanya perbedaan interpretasi atas kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Donald Trump sebelumnya menyatakan kesepakatan damai tidak mencakup konflik di Lebanon, sementara Iran menganggap penghentian permusuhan berlaku di seluruh wilayah.

Situasi semakin memanas setelah serangan udara besar dilaporkan terjadi di wilayah Beirut dan sekitarnya, yang memperkuat sentimen risiko di pasar global.

Dari sisi domestik, pelaku pasar juga mencermati penurunan cadangan devisa Indonesia yang turun sebesar 3,7 miliar dolar AS menjadi US$148,2 miliar pada akhir Maret 2026.

Selain itu, realisasi surplus perdagangan yang hanya mencapai US$1,2 miliar, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar US$1,5 miliar, dinilai belum mampu memberikan dukungan signifikan terhadap penguatan rupiah. Dengan kombinasi tekanan global dan indikator domestik yang belum solid, kurs rupiah hari ini diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.020 hingga Rp17.080 per dolar AS dalam jangka pendek.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya