Nilai Tukar Rupiah ke Dolar Tembus Rp17.300: Dampak Gagalnya Perundingan AS-Iran dan Krisis Selat Hormuz

Media Indonesia
23/4/2026 17:28
Nilai Tukar Rupiah ke Dolar  Tembus Rp17.300: Dampak Gagalnya Perundingan AS-Iran dan Krisis Selat Hormuz
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026).(. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj)

NILAI tukar rupiah hari ini terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Kamis (23/4/2026). Mata uang Rupiah sempat menyentuh level Rp17.304 per dolar AS atau USD pada pukul 13.32 WIB, sebelum akhirnya ditutup di level Rp17.287 per dolar AS, melemah 106 poin atau 0,62 persen dari penutupan sebelumnya.

Pelemahan tajam ini dipicu oleh kombinasi sentimen negatif global, terutama kegagalan diplomasi antara AS dan Iran, serta tekanan internal terkait beban subsidi energi yang membengkak.

Faktor Eksternal: Gagalnya Perundingan di Pakistan

Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa pemicu utama pelemahan nilai tukar rupiah ke dolar yakni gagalnya pertemuan antara AS dan Iran yang difasilitasi oleh Pakistan pada pekan ini. Iran menolak hadir setelah AS dianggap melanggar gencatan senjata dengan menangkap kapal tanker Iran di Selat Hormuz.

Kondisi ini diperparah dengan lonjakan harga minyak mentah dunia. Harga minyak Brent kini bertengger di level 102,25 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menyentuh 93,47 dolar AS per barel. Ketidakpastian di Selat Hormuz memicu kekhawatiran global akan gangguan pasokan energi.

Catatan Krisis Selat Hormuz:
  • AS melakukan gencatan senjata sepihak namun tetap menuntut penghentian pengayaan uranium Iran.
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut blokade AS sebagai hambatan utama negosiasi.
  • Kapal tanker Pertamina dilaporkan belum bisa keluar dari kawasan konflik Asia Barat.

Dampak Domestik: APBN 2026 Terancam Jebol

Kenaikan harga minyak dan pelemahan mata uang Rupiah menjadi ancaman serius bagi postur APBN 2026. Dalam asumsi makro, pemerintah mematok harga minyak di angka 70-92 dolar AS per barel dan kurs Rupiah di level Rp16.500 per dolar AS.

Ibrahim menilai, keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi seperti Pertalite akan membuat defisit anggaran melebar.

"Pemerintah harus mencari anggaran dari kementerian lain untuk menutupi subsidi Pertalite. Ini yang membuat defisit kembali mengalami pelebaran," ujarnya.

Selain itu, pasar obligasi pemerintah juga mengalami aksi jual (sell-off), yang tercermin dari kenaikan imbal hasil (yield) di hampir semua tenor. Yield tenor acuan 10 tahun naik menjadi 6,73 persen, menandakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi ke depan.

Proyeksi Pekan Depan

Dengan kondisi geopolitik yang masih memanas dan tingginya kebutuhan impor minyak mentah Indonesia yang mencapai 1,5 juta barel per hari, tekanan terhadap nilai tukar Rupiah diprediksi belum akan mereda. Ibrahim memproyeksikan mata uang Rupiah berpotensi menembus level Rp17.400 per dolar AS pada akhir April mendatang.

Indikator Asumsi APBN 2026 Kondisi Terkini (23/4)
Kurs Rupiah Rp16.500 /USD Rp17.304 /USD
Harga Minyak (Brent) Maks. 92 USD/Barel 102,25 USD/Barel

 

(H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya