Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin mengingatkan pemerintah untuk lebih serius dalam mengelola fiskal di tengah meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai imbas dari konflik geopolitik di Timur Tengah.
Wijayanto mengungkapkan, kondisi fiskal saat ini menjadi titik krusial yang dapat memicu berbagai persoalan ekonomi jika tidak ditangani dengan hati-hati.
“Kalau fiskal ini tidak dikelola dengan baik, problem itu bisa lari kemana-mana,” ucap Wijayanto di acara Unlocking Growth in the Middle-Income Trap yang digelar di Jakarta, Selasa (7/4).
Wijayanto menyatakan bahwa berbagai indikator ekonomi dinilai masih cukup baik. Namun, terdapat satu parameter yang dianggap sangat mengkhawatirkan, yakni kondisi fiskal yang berpotensi menjadi sumber utama ketidakstabilan.
Di sisi lain, Wijayanto menyebut bahwa langkah efisiensi anggaran yang direncanakan pemerintah tak akan berdampak signifikan jika tidak menyasar pos belanja terbesar antara lain pemangkasan belanja aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya ada sejumlah program yang anggarannya mesti dipotong karena untuk memperkuat fiskal misalnya program unggulan yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel Merah Putih).
Di sisi lain, tekanan fiskal juga diperkirakan akan dirasakan pemerintah daerah, terutama akibat pemangkasan transfer dari pusat. Ia memprediksi, pada kuartal ketiga 2026 sejumlah daerah bisa mengalami kesulitan keuangan hingga mengganggu operasional.
“Pemerintah memang akan melakukan efisiensi, tetapi selama pengeluaran besar tidak dikurangi, itu tidak meaningful. Contohnya program MBG, Kopdes/Kel Merah Putih, hingga belanja alutsista,” tandasnya. (H-4)
Tantangan utama Indonesia bukan pada kekurangan sumber daya, melainkan bagaimana mengorkestrasi sumber daya menjadi kapasitas nyata.
Ekonom Indef menilai optimisme pemerintah soal fiskal perlu diimbangi konsolidasi konkret agar APBN tetap kuat menghadapi tekanan global jangka panjang.
LONJAKAN harga komoditas global kembali membuka perdebatan lama terkait potensi penerimaan negara yang hilang. Indonesia dinilai membutuhkan instrumen fiskal baru berupa windfall tax.
Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik dinilai berpotensi menekan ketahanan energi dan fiskal Indonesia.
keputusan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) guna menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global saat ini.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Presiden menegaskan, besarnya nilai aset yang berhasil diselamatkan itu berpotensi memberikan dampak besar bagi pembangunan nasional.
Ibas juga menyoroti perlunya keseimbangan antara menjaga kesehatan postur APBN dan kewajiban negara dalam memberikan perlindungan sosial.
DPR mempertanyakan kekuatan APBN menghadapi lonjakan harga minyak dunia. Dolfie menyebut potensi tambahan subsidi bisa mencapai Rp204 triliun.
Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet ingatkan risiko APBN jika subsidi BBM bengkak. Pemerintah siapkan SAL Rp420 triliun sebagai bantalan fiskal hingga 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved