Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina International Shipping (PIS) mengonfirmasi bahwa dua dari empat kapal milik perusahaan telah berhasil meninggalkan kawasan Timur Tengah. Perusahaan menekankan bahwa keselamatan awak kapal dan keamanan kargo tetap menjadi prioritas utama.
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, saat dihubungi di Jakarta pada Kamis (12/3) menyebutkan, kapal yang telah meninggalkan wilayah tersebut adalah PIS Paragon dan PIS Rinjani.
Ia menambahkan, kedua kapal ini saat ini tengah menjalankan distribusi energi untuk mitra pihak ketiga (non-Pertamina).
"Per 10 Maret 2026, kedua kapal tersebut telah keluar dari area Timur Tengah, tepatnya dari Teluk Oman, tanpa melewati jalur Selat Hormuz," ujar Vega.
Vega menegaskan bahwa keselamatan selalu menjadi prioritas dalam setiap operasi pelayaran perusahaan, khususnya bagi para kru yang berada di lapangan.
"Prioritas utama kami adalah memastikan seluruh kru dan kargo tetap dalam kondisi aman dan terlindungi," kata Vega.
Meski begitu, hingga 12 Maret 2026, masih terdapat dua kapal tanker PIS yang berada di Teluk Arab, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Kedua kapal ini belum dapat melewati Selat Hormuz, tetapi dipastikan tetap dalam kondisi aman.
"Hingga statement ini dibuat, masih terdapat dua kapal tanker PT Pertamina International Shipping yang berada di Teluk Arab, yakni, kapal VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro yang diketahui belum dapat melewati Selat Hormuz. Kedua kapal dan kru dalam kondisi aman," jelas Vega.
Ia menambahkan bahwa dari kedua kapal tersebut, hanya VLCC Pertamina Pride yang dioperasikan untuk pemenuhan kebutuhan energi nasional, sementara Gamsunoro melayani distribusi energi untuk pihak ketiga.
"Keduanya dalam pemantauan intensif dan koordinasi berkelanjutan untuk memastikan kapal dapat segera melanjutkan perjalanannya dengan aman," tuturnya.
Vega memastikan bahwa situasi ini tidak mengganggu pasokan energi di dalam negeri. Saat ini, Pertamina Group mengoperasikan ratusan kapal untuk mendukung distribusi energi nasional.
"Pertamina Group saat ini mengoperasikan 345 kapal untuk mendukung kebutuhan energi dalam negeri. Sehingga, kondisi ini dipastikan tidak mengganggu pasokan kebutuhan energi di dalam negeri," kata Vega. (Ant/E-4)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Menyusul respons positif yang disampaikan Teheran, langkah tindak lanjut telah dijalankan oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis.
PT Pertamina Patra Niaga memperkuat keandalan distribusi energi nasional melalui optimalisasi sistem monitoring armada kapal berbasis teknologi Smartship.
Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) telah beranjak dari kawasan sekitar Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik Timur Tengah.
Kemenlu menyatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran tengah melakukan langkah diplomasi dengan pemerintah Iran untuk membantu kapal tanker milik Pertamina.
Kemlu RI mengintensifkan dialog dengan otoritas Iran untuk memastikan keselamatan dua kapal tanker Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved