Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar mata uang rupiah saat ini berada dalam tekanan besar dan berisiko terus melemah jika ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel tidak segera mereda. Pada perdagangan Senin (9/3/2026), posisi rupiah sempat menyentuh angka 16.990 per dolar AS, bertepatan dengan melonjaknya harga minyak mentah dunia hingga menembus level US$100 per barel.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa proses suksesi kepemimpinan di Iran menjadi faktor krusial yang menambah ketidakpastian global. Pergantian kepemimpinan yang berlangsung di tengah berkecamuknya perang dan pembelahan elit politik di Iran menciptakan sentimen negatif di pasar uang.
Figur Mojtaba Khamenei yang dipandang memiliki garis keras dan dekat dengan Garda Revolusi Iran membuat pasar cenderung bersikap defensif. "Dalam keadaan seperti ini, pasar cenderung mempertahankan permintaan dolar AS dan mengurangi penempatan dana di negara berkembang, sehingga rupiah sulit pulih cepat," ujar Josua saat dihubungi di Jakarta, Senin (9/3).
Meskipun tekanan eksternal sangat kuat, Bank Indonesia (BI) terus melakukan langkah stabilisasi untuk mencegah pelemahan rupiah yang berlangsung secara tidak teratur. Langkah ini dinilai penting untuk meredam kepanikan pasar meski belum cukup kuat untuk membalikkan arah tren selama faktor geopolitik masih memanas.
Sebagai informasi, pada Februari lalu BI masih menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level 4,75% dengan fokus utama pada stabilisasi nilai tukar. Amunisi Indonesia untuk menjaga stabilitas pasar dinilai masih memadai dengan posisi cadangan devisa per akhir Februari 2026 mencapai US$151,9 miliar.
Jumlah tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor. Namun, Josua mengingatkan bahwa penggunaan cadangan devisa harus dilakukan secara terukur. "Fungsinya adalah meredam gejolak dan menjaga kelancaran kebutuhan valuta asing, bukan mempertahankan satu tingkat kurs tertentu terus-menerus ketika tekanan eksternal masih besar," jelasnya.
Kenaikan harga minyak dunia yang sempat menguji level US$120 per barel akibat gangguan jalur pengiriman di Selat Hormuz menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi nasional. Bagi Indonesia, dampak terhadap inflasi dalam jangka pendek mungkin masih tertahan karena komitmen pemerintah untuk menambah subsidi energi hingga masa Lebaran 2026.
Namun, jika konflik ini berkepanjangan hingga berbulan-bulan, tekanan dipastikan akan merambat ke sektor logistik, biaya angkutan, hingga harga pangan. "Risiko ini perlu diwaspadai karena tekanan harga domestik bisa meningkat dan melemahkan daya beli rumah tangga secara signifikan," pungkas Josua.
Nilai tukar mata uang rupiah ditutup melemah ke Rp17.326 per dolar AS dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah dan peningkatan permintaan aset safe haven.
Nilai tukar rupiah melemah pada Rabu pagi ke level Rp17.275 per dolar AS. Dipicu kebuntuan negosiasi AS-Iran dan keluarnya UAE dari OPEC+.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah dibuka melemah 32 poin ke level Rp17.275 per dolar AS pada Rabu (29/4) pagi akibat tekanan sentimen global.
Nilai tukar rupiah ditutup menguat ke Rp17.229 per dolar AS. Pengamat menilai sentimen konflik Iran-AS dan kebijakan The Fed masih memengaruhi pasar.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 12 poin ke level Rp17.223 pada Selasa (28/4). Simak analisis pergerakan mata uang rupiah di sini.
Mata Uang Rupiah Senin (27/4) pagi menguat 18 poin ke level Rp17.211 per dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs dan sentimen pasar selengkapnya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan fundamental ekonomi RI tetap kuat meski Rupiah tembus Rp17.300 per Dolar AS. Simak analisis dan strategi stabilisasinya.
Di Batam, pergerakan nilai tukar berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, mengingat tingginya ketergantungan pada barang impor dan transaksi lintas negara, khususnya Singapura.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved