Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Pusat Pangan, Energi, dan Pengembangan Berkelanjutan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Afaqa Hudaya menilai pemerintah perlu mempertimbangkan skema penyesuaian bertahap harga bahan bakar minyak (BBM) untuk meredam tekanan dari lonjakan harga minyak dunia.
Menurutnya, kenaikan harga minyak mentah global seperti Brent Crude Oil berpotensi mendorong pemerintah menaikkan harga BBM. Namun kebijakan tersebut juga dapat memicu lonjakan inflasi serta dampak sosial yang cukup besar.
“Kenaikan harga BBM memang bisa menjadi salah satu opsi ketika harga minyak mentah dunia naik, tetapi kebijakan tersebut juga berpotensi menimbulkan shock inflation maupun dampak sosial yang cukup besar,” ujarnya pada acara Diskusi Publik “Ekonomi Lebaran di Tengah Gejolak Perang” yang digelar secara daring, Senin (9/3).
Ia menjelaskan pemerintah dapat menerapkan skema penyesuaian harga secara bertahap atau gradual price adjustment agar masyarakat tidak mengalami kejutan akibat kenaikan harga yang terlalu tinggi sekaligus.
“Daripada menaikkan harga BBM sekaligus dalam rentang yang besar, penyesuaian bisa dilakukan secara bertahap berbasis pergerakan harga minyak global,” kata Afaqa.
Dalam skema tersebut, penyesuaian harga dapat dilakukan secara periodik dengan nilai relatif kecil. Jika kondisi fiskal memaksa, kenaikan harga misalnya sekitar Rp200 hingga Rp300 per liter dapat dilakukan secara gradual.
Selain itu, pemerintah juga dapat melakukan rekomposisi belanja negara guna meredam tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah realokasi anggaran dari program tertentu seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun proyek-proyek yang dinilai tidak prioritas.
“Tekanan terhadap APBN bisa diredam dengan realokasi belanja maupun efisiensi program sehingga dampaknya tidak langsung dibebankan kepada masyarakat melalui kenaikan harga BBM,” ujarnya.
Afaqa juga menilai pemerintah dapat menunda proyek non-prioritas, meningkatkan efisiensi belanja kementerian dan lembaga, serta mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor komoditas guna memperkuat ruang fiskal.
Langkah-langkah tersebut dinilai penting agar kebijakan penyesuaian harga energi tidak memicu gejolak sosial di masyarakat. Ia mencontohkan di sejumlah daerah seperti Aceh sudah mulai muncul fenomena panic buying BBM di tengah kekhawatiran kenaikan harga.
“Beberapa skema alternatif seperti penyesuaian bertahap, realokasi belanja, hingga efisiensi anggaran bisa menjadi pilihan agar kebijakan energi tidak menimbulkan efek kejut bagi masyarakat,” tandas Afaqa. (Z-10)
Harga minyak dunia pada April 2026 fluktuatif di kisaran US$90-100 per barel. Simak analisis penyebab dan prediksi rata-rata harga minyak tahun ini.
Iran memperingatkan blokade AS di Selat Hormuz picu lonjakan harga minyak Brent hingga US$96 per barel dan ancam stabilitas ekonomi global.
IEA memproyeksikan penurunan permintaan minyak global terdalam sejak pandemi akibat blokade Selat Hormuz dan harga minyak fisik yang tembus US$150.
Pantau pergerakan harga minyak dunia per 9 April 2026. Simak analisis mendalam mengenai faktor geopolitik dan ekonomi yang memengaruhi harga minyak mentah
Pemerintah membuka peluang penyesuaian harga BBM nonsubsidi. RON 92 hingga Dex masuk hitungan, keputusan final masih menunggu evaluasi.
Ekonomi Indonesia tetap solid di tengah gejolak global. Pemerintah optimistis pertumbuhan tembus 5,5% didukung konsumsi kuat, stabilitas fiskal, dan kebijakan energi.
Harga minyak dunia tembus US$100 per barel akibat konflik Timur Tengah. Pemerintah memprioritaskan stabilitas ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved