Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA minyak global mengalami lonjakan tajam menyusul laporan serangan terhadap sedikitnya tiga kapal di dekat Selat Hormuz. Insiden ini terjadi di tengah rentetan serangan balasan yang diluncurkan Iran ke berbagai wilayah di Timur Tengah sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel.
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan dua kapal terkena hantaman langsung, sementara sebuah "proyektil tak dikenal" meledak dalam jarak yang sangat dekat dengan kapal ketiga. Iran sendiri telah mengeluarkan peringatan keras bagi kapal-kapal untuk tidak melintasi selat tersebut, yang merupakan jalur bagi sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia.
Pada perdagangan awal di Asia, Senin (2/3/2026), harga minyak global sempat melonjak lebih dari 10% sebelum akhirnya sedikit melandai. Pada pukul 02:00 GMT, minyak mentah Brent naik lebih dari 4% menjadi US$76,16 per barel, sementara minyak mentah AS naik sekitar 4% ke level US$69,67.
"Pasar tidak panik," ujar Saul Kavonic, kepala riset energi di MST Research kepada BBC. "Ada kejelasan lebih lanjut bahwa sejauh ini, infrastruktur transportasi dan produksi minyak belum menjadi target utama dari pihak mana pun."
Namun, para analis memperingatkan jika konflik berlangsung lama, harga minyak bisa menembus angka US$100 per barel. Edmund King, Presiden AA, turut memperingatkan dampak nyata bagi konsumen.
"Gejolak dan pemboman di seluruh Timur Tengah dipastikan akan menjadi katalisator yang mengganggu distribusi minyak global, yang secara tak terelakkan akan memicu kenaikan harga," kata King. "Besarnya dan durasi kenaikan harga di pompa bensin bergantung pada seberapa lama konflik ini berlangsung."
Data dari platform pelacakan kapal Kpler menunjukkan setidaknya 150 kapal tanker kini memilih membuang sauh di perairan terbuka di luar Selat Hormuz. "Karena ancaman Iran, selat tersebut secara efektif tertutup," kata Homayoun Falakshahi dari Kpler. "Kapal-kapal mengambil langkah pencegahan untuk tidak masuk karena risikonya terlalu tinggi dan biaya asuransi mereka melonjak drastis."
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim bahwa tiga kapal tanker milik Inggris dan AS telah "dihantam rudal dan terbakar." Hingga saat ini, pihak Inggris maupun AS belum memberikan komentar resmi terkait klaim tersebut.
Situasi di kawasan semakin tidak menentu setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan AS-Israel pada hari Sabtu. Serangan balasan pun dilaporkan terjadi di beberapa negara termasuk Dubai (UEA), Doha (Qatar), Bahrain, dan Kuwait.
Sebagai langkah antisipasi, kelompok negara produsen minyak OPEC+ telah sepakat untuk meningkatkan produksi sebesar 206.000 barel per hari guna meredam lonjakan harga. Di sisi lain, perusahaan pelayaran raksasa Maersk mengumumkan penghentian pelayaran melalui Selat Bab el-Mandeb dan Terusan Suez, serta mengalihkan rute kapal mereka memutar melalui Tanjung Harapan. (BBC/Z-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Perang makin memanas, Qatar peringatkan dampak serangan infrastruktur sipil saat Israel umumkan kehancuran 85% ekspor petrokimia Iran.
Ketua Parlemen Iran Qalibaf mengancam bakal menyerang infrastruktur vital negara kawasan jika terbukti membantu musuh menduduki salah satu pulau strategis milik Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkap adanya pesan dari AS melalui perantara. Di sisi lain, PBB peringatkan Lebanon jangan jadi 'Gaza kedua'.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto membahas eskalasi konflik Iran-Israel melalui telepon.
Iran serang kilang minyak Haifa dengan rudal sebagai balasan atas sabotase infrastruktur energi. Israel klaim kerusakan minim, namun Teheran ancam balas lebih keras.
Iran ancam balas total jika infrastruktur energi mereka diserang lagi. Serangan di Teluk Persia picu lonjakan harga bensin & lumpuhkan 17% kapasitas ekspor LNG Qatar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved