Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Selasa dengan penguatan tipis. Rupiah tercatat naik 36 poin atau 0,21 persen ke level Rp16.762 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.798 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai penguatan ini turut dipengaruhi rilis data inflasi Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan tekanan harga jangka pendek mulai mereda. Pada Januari 2026, inflasi tercatat mengalami deflasi bulanan sebesar 0,15 persen, terutama didorong penurunan harga pangan seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras.
Menurut Josua, data tersebut memberi sentimen yang relatif menenangkan pasar karena risiko lonjakan harga dalam waktu dekat dinilai menurun. Namun demikian, ia menambahkan bahwa rilis tersebut juga dapat membatasi ruang penguatan rupiah, karena pasar mulai membaca peluang kebijakan suku bunga yang lebih longgar ke depan.
Di sisi lain, inflasi tahunan masih berada di level 3,55 persen, dengan kontributor terbesar berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang menyumbang andil sekitar 1,72 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi belum sepenuhnya hilang, melainkan lebih mencerminkan proses normalisasi setelah faktor musiman.
Dari faktor eksternal, rupiah masih ditopang oleh kinerja neraca perdagangan Indonesia yang solid. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, surplus perdagangan tercatat sebesar 41,05 miliar dolar AS, sementara pada Desember 2025 surplus mencapai 2,51 miliar dolar AS. Surplus ini menambah pasokan devisa dari ekspor dan menjadi penyangga stabilitas nilai tukar.
Josua menekankan bahwa pengaruh rilis data inflasi terhadap rupiah cenderung bersifat tidak langsung. Dampaknya lebih terasa melalui perubahan ekspektasi suku bunga dan persepsi stabilitas harga, bukan sebagai pemicu utama pergerakan harian.
Sementara itu, dari sisi global, tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi dinamika dolar AS, koreksi tajam harga komoditas, serta sikap hati-hati pelaku pasar menjelang sejumlah agenda penting pekan ini. Pasar global tengah menantikan keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Inggris, rilis data tenaga kerja Amerika Serikat, serta laporan kinerja sejumlah perusahaan besar.
“Kombinasi faktor global tersebut membuat pelaku pasar cenderung cepat mengurangi risiko, sehingga pergerakan rupiah tetap akan sensitif terhadap perkembangan eksternal,” tutup Josua. (Ant/E-3)
Nilai tukar mata uang rupiah ditutup melemah ke Rp17.326 per dolar AS dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah dan peningkatan permintaan aset safe haven.
Nilai tukar rupiah melemah pada Rabu pagi ke level Rp17.275 per dolar AS. Dipicu kebuntuan negosiasi AS-Iran dan keluarnya UAE dari OPEC+.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah dibuka melemah 32 poin ke level Rp17.275 per dolar AS pada Rabu (29/4) pagi akibat tekanan sentimen global.
Nilai tukar rupiah ditutup menguat ke Rp17.229 per dolar AS. Pengamat menilai sentimen konflik Iran-AS dan kebijakan The Fed masih memengaruhi pasar.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 12 poin ke level Rp17.223 pada Selasa (28/4). Simak analisis pergerakan mata uang rupiah di sini.
Mata Uang Rupiah Senin (27/4) pagi menguat 18 poin ke level Rp17.211 per dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs dan sentimen pasar selengkapnya.
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.304 per dolar AS akibat kegagalan negosiasi AS-Iran dan lonjakan harga minyak dunia. Simak analisis dampaknya terhadap APBN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi tekanan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp17.300 per dolar AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved