Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono membantah program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dirancang untuk kepentingan politik menjelang Pemilu 2029. Ferry menjelaskan program tersebut bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat desa.
“Saya rasa relatif ini sangat jauh dari politik, karena ini sebenarnya lebih cenderung ke ekonomi,” ujar Ferry dalam wawancara dalam Youtube Hendri Satrio Official, dikutip Kamis (24/4).
Adapun, isu motif politik muncul seiring rencana pembentukan 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia yang didukung dana operasional Rp5 miliar per koperasi. Sebagian pihak menduga dana tersebut dapat disalahgunakan untuk kepentingan elektoral, seperti program dana desa di masa lalu.
Ferry membantah anggapan tersebut. Menurutnya, dana tersebut sepenuhnya untuk operasional koperasi, seperti pembangunan kantor, simpan-pinjam, apotek desa, klinik, gudang, hingga transportasi.
"(Dana Rp 5 miliar per koperasi) itu kan untuk kegiatan operasional koperasi desanya. Dan keberadaannya akan dirasakan manfaatnya, bukan untuk Pak Prabowo, bukan untuk saya, bukan untuk kita-kita nih, tapi buat masyarakat desa," tegasnya.
Ferry mengatakan Koperasi Desa Merah Putih dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa, seperti memutus ketergantungan masyarakat desa dari pinjaman online dan rentenir. Selain itu, koperasi ini nantinya juga menyediakan obat generik, layanan kesehatan terjangkau, dan mendukung distribusi pupuk, benih, serta hasil pertanian.
“Kegunaan koperasi desa ini akan menghilangkan praktik rentenir, ketergantungan dari pinjaman online yang sekarang mencekik,” katanya.
Ferry mengungkapkan untuk mencegah penyalahgunaan, koperasi dikelola melalui musyawarah desa yang demokratis dan melibatkan ibu-ibu dan pemuda, sehingga tidak dicampuri urusan politik elit lokal seperti kepala desa. Bahkan, Ferry menyebut ada rencana penunjukan manajer profesional dengan seleksi transparan, didukung pelatihan dan pendampingan.
“Apa pun yang nanti dirasakan langsung oleh masyarakat dari keberadaan koperasi desa ini, manfaatnya akan ke masyarakat desa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ferry menambahkan Koperasi Desa Merah Putih merupakan kesempatan untuk menghidupkan semangat gotong royong dan membangkitkan ekonomi pedesaan. Program ini didukung Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, melibatkan lebih dari 15 kementerian dan lembaga untuk memastikan keberhasilan implementasi.
“Koperasi Desa Merah Putih ini adalah milik desa, bukan milik pemerintah desa, tapi milik desa, artinya pemerintah dan masyarakat desanya,” pungkasnya. (H-3)
Peneliti CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyoroti risiko rekrutmen 30 ribu manajer Kopdes Merah Putih terkait kesenjangan keterampilan dan urbanisasi.
Pengamat CORE Indonesia menilai rekrutmen 30 ribu manajer Kopdes Merah Putih dorong konsumsi desa, namun ingatkan risiko kredit macet bagi APBN.
Pengamat koperasi Agung Sujatmiko ingatkan pemerintah perjelas skema rekrutmen 30.000 manajer Kopdes Merah Putih guna hindari konflik sosial di desa.
PARA manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih ditekankan agar memiliki jiwa kewirausahaan.
DINAMIKA ketenagakerjaan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mengalami transformasi seiring dengan kebutuhan efisiensi dan ekspansi bisnis.
PEMERINTAH resmi membuka rekrutmen besar-besaran untuk 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi menjalin kerja sama dengan Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah untuk memperkuat pengembangan koperasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Koperasi Desa Merah Putih nanti berperan sebagai off taker, supplier, sekaligus pool holding-nya (aset yang dimiliki bersama-sama).
MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koperasi petani Indonesia, dengan tujuan meningkatkan kedaulatan pangan dan mendukung kesejahteraan petani.
Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Al-Kautsar Al-Akbar juga menyuplai kebutuhan dalam ekosistem program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kemenkop juga menyiapkan program pendampingan keterampilan bagi masyarakat khususnya anggota koperasi yang sebelumnya memiliki kegiatan usaha produktif.
Kemenkop melalui LPDB telah memutuskan untuk menetapkan kebijakan restrukturisasi pembiayaan terhadap koperasi-koperasi yang terdampak bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved