Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGKA klaim asuransi kesehatan diketahui semakin meningkat. Salah satu faktor meningkatnya klaim asuransi kesehatan adalah tingginya inflasi biaya medis.
Chief of Health AXA Financial Indonesia Yudhistira Dharmawata mengungkapkan inflasi medis yang tinggi menjadi salah faktor yang sangat berdampak terhadap kenaikan klaim asuransi kesehatan.
"Memang inflasi medis ini adalah inflasi medis secara nasional. Artinya apa? Ini adalah rata-rata dari banyak rumah sakit di Indonesia," katanya.
Baca juga : Ini Empat Faktor yang Memengaruhi Kontribusi Asuransi Kesehatan Syariah
"Nah sedangkan mungkin ketika kita lihat pengguna asuransi kesehatan yang private seperti AXA Financial Indonesia itu mereka mungkin terkonsentrasi di rumah sakit, rumah sakit tertentu. Enggak merata ke seluruh rumah sakit yang ada di Indonesia. Dan ditambah juga mungkin ada beberapa rumah sakit yang penyesuaian harganya berbeda bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari rumah sakit lain. Dan kita exposed ke kenaikan harga yang berbeda ini," sambung Yudhis.
Di samping itu, Yudhis menyebutkan menurut data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), di industri angka klaim naik hingga 25%.
"Jadi artinya apa? Kemungkinan adalah gap dari kenaikan inflasi medis dengan apa yang di alami asuransi kesehatan diakibatkan oleh pesebaran klaim yang tidak merata. Lebih ke konsentrasi ke rumah sakit tertentu yang inflasi medisnya di atas rata-rata market," kata Yudhis saat wawancara eksklusif.
Baca juga : Prudential Cetak Pendapatan Premi dan Kontribusi Rp22,2 T di 2023
Melihat inflasi medis menjadi faktor yang sangat penting terhadap meningkatnya klaim asuransi kesehatan, ini sangat berpengaruh pada setiap industri asuransi.
Kata Yudhis, "Kalau kita ngelihat klaim, klaim itu sebenernya fungsinya terdiri dari beberapa banyak orang yang klaim tahun ini, lalu dikalikan dengan berapa besar tiket size per klaimnya."
"Dan ketika, mungkin kalau ketika jumlah orangnya sama tapi biaya per klaimnya meningkat, secara otomatis nominal klaim kita ini akan meningkat sesuai dengan inflasi medis itu. Jadi kalau misalnya orangnya sama tapi inflasi medis let's say 25% maka akan terjadi kenaikan klaim 25% juga. Jadi ini sangat berpengaruh."
Baca juga : Kenali dan Pahami Cara Memilih Asuransi serta Jenisnya
Untuk mengatasi hal tersebut, Yudhis mengaku bahwa setiap industri dan penasosiasi memiliki strategi masing-masing untuk mengatur kenaikan inflasi medis.
Terlebih lagi, ketika angka klaim naik, otomatis ada kemungkinan harus melakukan penyesuaian premi. Dan juga otomatis ada dampak kepada nasabah, seperti merasa keberatan atas premi lanjutannya, kata Yudhis.
Di sisi lain, terdapat dua jenis klaim asuransi, yaitu klaim reimbursement dan klaim cashless.
"Reimbursement artinya nasabah bayar sendiri terlebih dahulu, kemudian perusahaan asuransi akan membayarkan nominalnya ke nasabah tersebut. Sementara cashless artinya dari awal, dia langsung show card dan tidak perlu keluar uang, langsung dijaminkan oleh perusahaan asuransi," pungkasnya. (Z-1)
LONJAKAN biaya kesehatan yang melampaui inflasi umum mulai menjadi tekanan serius bagi perencanaan keuangan masyarakat.
Ketidakpastian hidup, termasuk risiko penyakit kritis, dapat menjadi tantangan besar bagi individu maupun keluarga, terutama di tengah meningkatnya biaya pengobatan.
Penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 36 Tahun 2025 menjadi tonggak baru dalam penguatan tata kelola layanan kesehatan di industri asuransi.
Tren Pertumbuhan Positif Asuransi Kesehatan pada 2026
Perusahaan manajemen medis global, Medix, menilai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi menjadi kunci penting untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia.
Situasi ini mendorong berbagai pihak di sektor jasa keuangan untuk merespons tantangan akses perlindungan kesehatan.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem menyatakan bahwa upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh membutuhkan dukungan besar dari pemerintah pusat.
Lebih lanjut, BI menilai dampak kenaikan harga komoditas global terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi domestik masih terkendali.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2026.
INFLASI yang terjaga dalam rentang toleransi dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kebijakan mempertahankan subsidi merupakan bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat.
Lonjakan harga minyak global hingga US$100 per barel tekan APBN Indonesia. Pakar soroti dilema subsidi, inflasi, dan potensi perlambatan ekonomi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved