Fadli Zon: Kebijakan BBM Bersubsidi Jaga Inflasi dan Daya Beli Rakyat

Vania Liu Trixie
08/4/2026 13:49
Fadli Zon: Kebijakan BBM Bersubsidi Jaga Inflasi dan Daya Beli Rakyat
Menteri Kebudayaan Fadli Zon .(Metrotvnews/Vania Liu Trixie)

MENTERI Kebudayaan Fadli Zon menilai langkah pemerintah dalam mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebagai keputusan strategis di tengah dinamika harga energi global yang tidak menentu. Kebijakan ini dipandang krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional serta melindungi daya beli masyarakat luas.

“Langkah pemerintah untuk tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi adalah langkah yang sangat tepat karena ini akan menjaga inflasi dan mencegah kenaikan harga-harga lain,” ujar Fadli Zon saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (8/4).

Proteksi dari Mekanisme Pasar
Fadli menjelaskan bahwa jika harga BBM diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar, lonjakan harga tidak akan terhindarkan. Dampak berantainya akan sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah yang sangat bergantung pada stabilitas harga energi.

Menurutnya, kebijakan mempertahankan subsidi merupakan bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat. Ia membandingkan kondisi di Indonesia dengan sejumlah negara lain yang menerapkan harga berbasis pasar dan kini tengah berjuang menghadapi lonjakan inflasi yang signifikan.

“Kebijakan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, stabilitas harga diharapkan dapat terus terjaga di tengah tekanan ekonomi global,” tambahnya.

Kepastian Hingga Akhir 2026
Sebelumnya, pemerintah telah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sempat menekankan bahwa kebijakan ini akan tetap berlaku selama rata-rata harga minyak dunia tidak melampaui level US$97 per barel.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa postur anggaran negara saat ini masih sangat mencukupi untuk menopang beban subsidi tersebut.

Simulasi Risiko Anggaran
Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai skenario mitigasi. Purbaya mengungkapkan bahwa simulasi telah dilakukan dengan asumsi harga minyak dunia mencapai US$100 per barel.

  •     Target Defisit: Tetap terjaga di kisaran 2,9% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
  •     Ketahanan Anggaran: Anggaran negara dipastikan aman untuk membiayai subsidi hingga penghujung tahun.

Langkah sinkronisasi antara kebijakan energi dan perlindungan sosial ini diharapkan mampu menjadi bantalan bagi perekonomian domestik di tengah ketidakpastian geopolitik global. (MGN/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya