Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Kayan Hydro Energy (PT KHE) menyatakan telah berinvestasi dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan Cascade dan siap untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak yang mempunyai kesiapan dan pengalaman di bidang investasi PLTA.
Direktur Utama PT KHE, Andrew Sebastian Suryali, menyatakan bahwa perusahaan siap menjalin kemitraan secara setara dengan perusahaan mana pun. "Kami sangat optimis dengan peluang ini. PT KHE siap mengerjakan projek ini untuk mewujudkan PLTA Kayan Cascade sebagai motor penggerak energi hijau di Indonesia," ungkap Andrew melalui keterangan resmi, Rabu (14/8).
Baca juga : Pemprov Kalsel Tawarkan Proyek Rp5,2 Triliun kepada Investor Asing
PLTA Kayan Cascade merupakan proyek strategis yang dirancang untuk membangun serangkaian pembangkit listrik tenaga air di sepanjang Daerah Aliran Sungai Kayan, Kalimantan Utara. Dengan kapasitas total mencapai 9000 MW dan perkiraan biaya sebesar US$17,8 miliar, proyek ini diproyeksikan dapat menghasilkan 36 Terawatt-hour listrik per tahun, yang akan memberikan kontribusi signifikan dalam menurunkan biaya listrik nasional.
Direktur Operasional PT KHE, Sapta Nugraha, menambahkan bahwa proyek ini sudah berjalan dan pembangunan infrastruktur telah mencapai tahap yang signifikan. "Konstruksi sudah berjalan dengan baik, dan kami terus memastikan bahwa proyek PLTA Kayan Cascade ini berjalan sesuai rencana," jelas Sapta.
Proyek PLTA Kayan Cascade tidak hanya mendukung inisiatif AZEC yang menekankan keberlanjutan dan teknologi hijau, tetapi juga memperkuat komitmen Indonesia terhadap transisi energi ramah lingkungan. "Kami percaya bahwa proyek ini akan mempercepat transisi Indonesia menuju energi hijau dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional," ujar Andrew.
Baca juga : Bank Digital mulai Sasar Generasi Muda dengan Produk Reksa Dana
Sebelumnya, untuk menggalang kerja sama PT KHE menggelar pertemuan bisnis dengan beberapa perusahaan energi terkemuka Jepang di Tokyo pada 18 Juli 2024 lalu. Pertemuan dihadiri eksekutif dari delapan perusahaan energi besar Jepang, termasuk J-Power, Sojitz Corporation, dan Marubeni Corporation. Acara ini digelar untuk menyambut Pertemuan Tingkat Menteri Asia Zero Emission Community (AZEC) ke-2 dan difasilitasi Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Heri Akhmadi.
Seusai pertemuan, PT KHE menggelar pertemuan bisnis tersendiri dengan para eksekutif perusahaan energi Jepang. Dalam pertemuan tersebut, PT KHE menjelaskan perkembangan terbaru dari proyek PLTA Kayan Cascade, serta menegaskan komitmen mereka untuk bermitra secara setara.
Dalam pertemuan tersebut, PT KHE, sebagai pemrakarsa dan pemilik proyek PLTA Kayan Cascade mendapatkan hasil positif dan akan ditindaklanjuti. (Ant/N-2)
Danantara tengah menggarap proyek-proyek hilirisasi dengan total investasi mencapai US$26 miliar atau setara Rp450,42 triliun (kurs Rp17.324 per dolar AS).
Data terbaru menunjukkan bahwa sektor hilirisasi menjadi kontributor signifikan dengan nilai investasi mencapai Rp147,5 triliun.
Pemerintah menyerap dana Rp40 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) dengan total penawaran masuk mencapai Rp74,95 triliun.
Upaya memperluas literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri.
Di tengah dinamika pasar keuangan, kolaborasi antara manajer investasi dan perbankan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi yang aman.
KBRI Warsawa gelar forum bisnis di Krakow dan Łódź untuk dorong investasi, perdagangan, dan kerja sama tenaga kerja Indonesia-Polandia jelang IEU-CEPA 2027.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved