Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perdagangan Zulkifli Hasan meminta Perum Bulog untuk menunda pengadaan impor jagung hingga beberapa bulan mendatang. Sebab, saat ini petani jagung di dalam negeri sedang memasuki masa panen raya.
"Saya minta pada Bulog, jagung kita jangan impor dulu. Kalau tidak, ya petaninya kasian, karena sekarang mulai panen raya," kata dia dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu (13/3).
Sedianya rencana importasi jagung telah mendapatkan kuotasi dari pemerintah sebesar 500 ribu ton. Itu dilakukan untuk menutup defisit jagung pada dua bulan pertama tahun ini yang berpengaruh pada kenaikan harga telur dan ayam ras.
Baca juga : Mendag Minta Dukungan Belanda Minimalisasi Hambatan Akibat EUDR
Harga jagung, kata Zulkifli, amat menentukan harga telur dan ayam ras di pasar. Sebab, peternak ayam amat bergantung pada jagung sebagai sumber pakan ternak. Dus, ketika harga jagung melonjak, biaya produksi peternak naik dan berujung pada kenaikan harga ternak.
"Jadi memang posisi peternak daging dan telur ayam ras dalam kondisi sulit akibat kenaikan harga jagung. Defisit pasokan jagung secara bulanan pada Januari, Februari 2024 sekitar 600 ribu ton yang berdampak pada kenaikan jagung pakan di tingkat peternak nasional Rp8.600," terangnya.
Namun dalam beberapa hari terakhir harga jagung sudah mengalami penurunan. Zulhas, sapaan karib Zulkifli Hasan mengatakan, itu terjadi karena petani jagung mulai memanen komoditas tersebut. Dus, impor dirasa perlu ditunda hingga masa panen usai.
Harga jagung pakan yang sempat tembus Rp8 ribu juga disebut telah turun menjadi di kisaran Rp5 ribu. Sementara harga jagung konsumsi di level masyarakat berkisar Rp3 ribu hingga Rp4 ribu.
"Harga jagung di rakyat itu antara Rp3 ribu - Rp4 ribu, itu tidak rugi kalau sudah Rp3 ribu. Oleh karena itu harga telur sekarang dari Rp32 ribu per kg jadi Rp30 per kg. Ayam dari Rp43 ribu turun menginjak Rp39 ribu. Karena pakan itu, 50% dari jagung. Jadi kalau harga jagung naik, harga ayam dan telur akan naik," pungkasnya. (Mir/Z-7)
Pemeintah resmi menggulirkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan pada minggu ini.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melalui Program Lumbung Pangan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) sukses panen raya, dengan potensi hasil mencapai 400 ton jagung.
SEBAGAI kabupaten terluas di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan luas wilayah sekitar 7.000 kilometer persegi, potensi lahan di Kabupaten Sumba Timur belum tergarap maksimal.
Potensi tersebut menjadi salah satu kekuatan Indonesia dalam menghadapi situasi dunia yang penuh ketidakpastian dan krisis.
Penanaman bibit jagung serentak ini, merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional, yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Tanaman jagung berasal dari wilayah Mexico dan kini dibudidayakan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Jagung adalah salah satu sumber karbohidrat yang banyak dikonsumsi di Indonesia.
Ketua Umum Perhimpunan Agronomi Indonesia, Muhammad Syakir, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Perum Bulog di Danurejo.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mempersilakan masyarakat untuk mengecek langsung stok beras di gudang sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.
Perum Bulog menegaskan bahwa kondisi pasokan dan harga minyak goreng Minyakita di lapangan tetap dalam keadaan stabil dan terkendali.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan adanya peluang program ekspor beras ke Malaysia dengan volume permintaan mencapai sekitar 200 ribu ton.
Program stabilisasi harga beras tetap berjalan tanpa kenaikan harga, meskipun terjadi tekanan biaya akibat isu kelangkaan bahan baku plastik untuk kemasan.
Perum Bulog memastikan ketersediaan kemasan beras tetap aman di tengah kekhawatiran kelangkaan bahan baku plastik akibat dinamika geopolitik global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved