Harga Jagung Pakan Mahal, Pemerintah Siapkan SPHP untuk 5 Ribu Peternak

Naufal Zuhdi
29/4/2026 13:17
Harga Jagung Pakan Mahal, Pemerintah Siapkan SPHP untuk 5 Ribu Peternak
ilustrasi(Antara)

Pemeintah resmi menggulirkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan pada minggu ini. Hal ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi fluktuasi harga jagung di tingkat peternak yang telah melebihi ketentuan Harga Acuan Penjualan (HAP) di Rp5.800 per kilogram (kg).

Untuk diketahui, harga jagung pakan yang ditetapkan Bapanas antara lain Rp5.000 per kg dengan pengambilan di Gudang Bulog dan harga maksimal di Rp5.500 per kg di tingkat peternak. Penyaluran SPHP jagung pakan dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam SK Menteri Pertanian.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan penugasan SPHP jagung pakan kepada Perum Bulog telah terbit. Selain itu, verifikasi data penerima program SPHP jagung juga telah selesai dilaksanakan bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

"Kami melaporkan bahwa seiring kenaikan harga jagung di tingkat peternak dan panen raya mungkin sebagian sudah selesai, Bapanas sudah menugaskan Bulog untuk penyaluran SPHP jagung dan tentunya minggu ini mudah-mudahan bisa segera tersalurkan," ungkap Direktur SPHP Bapanas, Maino Dwi Hartono dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Rabu (29/4).

Adapun total alokasi penyaluran SPHP jagung pakan tersebut adalah sebanyak 242 ribu ton dengan target lebih dari 5 ribu peternak yang terdiri dari skala mikro, kecil, dan menengah dengan total populasi 53 juta ekor unggas pada 26 provinsi.

"Targetnya ada 242 ribu ton. Kemarin yang terdaftar ada di 26 provinsi. Tentu ini cukup besar dibanding tahun sebelumnya yang hanya 17 provinsi. Artinya provinsi lain yang selama ini mungkin belum terinformasikan atau belum mengajukan, di tahun 2026 ini sudah terakomodir dalam SK Kementerian Pertanian. Ini targetnya sampai akhir tahun 2026 karena kita mempertimbangkan para peternak kecil,” tambah Maino.

Adapun untuk tahap ini, pemerintah mengestimasikan SPHP jagung akan disalurkan sebanyak 213,1 ribu ton sehingga masih ada sisa alokasi sekitar 28,8 ribu ton. Sisa alokasi tersebut, sambung Maino, akan digunakan untuk mengantisipasi tambahan usulan peternak baru, seperti peternak babi yang masih dalam proses pengajuan secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota.

Dalam pantauan Bapanas, harga jagung di tingkat peternak per 27 April telah mencapai Rp6.758 per kg atau 16,52% melebihi HAP tingkat konsumen. (Fal)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya