Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan, mengikuti sesi sebelumnya pada Rabu (29/11/2023). Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2024 naik sebesar US$1,45, atau sekitar 1,9 persen, mencapai US$77,86 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari 2024 naik sebesar US$1,42, atau sekitar 1,7 persen, menjadi US$83,10 per barel di London ICE Futures Exchange.
Analisis dari Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer, menyoroti potensi penguatan yang dapat dipicu oleh hasil pertemuan OPEC+.
"Dengan ekspektasi pemangkasan produksi, pasar dapat mengalami peningkatan stabilitas pasokan dan permintaan, yang dapat memberikan dorongan positif pada harga minyak," kata Fischer, Kamis (30/11).
Baca juga: Harga Minyak Dunia Stabil Efek Peningkatan Persediaan di AS
Penguatan harga minyak didorong oleh ekspektasi pemangkasan produksi OPEC+. Pertemuan OPEC+ yang akan berlangsung pada Kamis (30/11/2023) waktu setempat, yang melibatkan negara-negara anggota OPEC dan mitra produsen minyak mentah seperti Rusia, menjadi faktor penting dalam dinamika pasar minyak.
Saat ini pasar menanti keputusan hasil pertemuan tersebut dengan harapan pemangkasan produksi dapat mempertahankan keseimbangan antara pasokan dan permintaan minyak.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik Jelang Pertemuan OPEC+
Peningkatan harga saat ini seolah mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap langkah-langkah yang akan diambil oleh OPEC+ untuk mengatasi volatilitas pasar.
Meskipun Energy Information Administration (EIA) melaporkan peningkatan cadangan minyak Amerika Serikat pada pekan lalu mengindikasikan pelemahan permintaan, peningkatan tersebut berhasil diimbangi oleh penurunan persediaan berbagai produk olahan, seperti residual fuel oil.
Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor lain selain data cadangan, seperti ekspektasi pasar terhadap langkah-langkah OPEC+, turut memainkan peran penting dalam penentuan arah harga minyak.
Dalam analisanya Fischer menyoroti, potensi kenaikan harga minyak akan menciptakan dampak signifikan. Dengan perbandingan harga saat ini yang masih jauh di atas ekspektasi sebelumnya, prediksi penguatan ini menjadi lebih substansial dan mungkin menciptakan tren yang kuat ke depannya.
"Namun, perlu dicatat peningkatan harga minyak juga berpotensi dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di masa mendatang, seperti perkembangan geopolitik dan kondisi ekonomi global. Dalam kesimpulan, harga minyak dunia hari ini mencerminkan optimisme pasar menjelang pertemuan OPEC+, meski adanya data peningkatan cadangan minyak AS," kata Fischer.
(Z-9)
Amerika Serikat mencegat tiga tanker Iran di perairan Asia. Insiden ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas distribusi energi global.
Skema penetapan harga BBM non-subsidi di Indonesia memang mengikuti mekanisme pasar internasional. Penyesuaian ini mengacu pada tren harga minyak dunia serta acuan MOPS
PEMERINTAH tak menutup peluang penambahan kuota subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah gejolak harga minyak mentah dunia.
Peluang pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) atau mengurangi kuota subsidi bensin dinilai terbuka lebar.
Dampak eskalasi konflik Israel-Iran dikhawatirkan memicu adanya guncangan pasokan atau supply shock minyak mentah dunia.
PENGAMAT energi dari Universitas Trisakti Pri Agung Rahmanto meramalkan harga minyak mentah dunia bisa kembali menembus US$100 per barel pascaserangan Iran ke Israel.
Harga minyak dunia pada April 2026 fluktuatif di kisaran US$90-100 per barel. Simak analisis penyebab dan prediksi rata-rata harga minyak tahun ini.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Produksi minyak OPEC merosot 7,89 juta bph pada Maret 2026 akibat krisis Selat Hormuz. Simak dampak terhadap harga Brent dan pasokan energi global.
Ketegangan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak mentah AS hingga 2,35%. Trump beri tenggat waktu hingga Selasa bagi Iran untuk membuka jalur laut.
Penurunan produksi di tiga negara pertama sekitar seperlima dari total produksi Januari mereka, dan di Irak mencapai 70%, menurut laporan tersebut.
Iran, produsen terbesar ketiga di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), memompa sekitar 4,5% dari pasokan minyak global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved