Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENINGKATAN pengawasan dan pengendalian pelaksanaan anggaran baik di tingkat pusat maupun daerah dianggap urgen untuk dilakukan. Pasalnya, kondisi ini karena terus berulangnya persoalan lambatnya serapan anggaran dan menumpuk di penghujung tahun.
"Upaya yang harus di tempuh adalah meningkatkan pengawasan dan pengendalian," ujar anggota Komisi XI DPR Kamrussamad kepada Media Indonesia, Kamis (1/12).
Di sisi pengawasan, lanjut dia, perlu di lakukan oleh unit atau pimpinan di yang berada di atasnya. Sedangkan dari sisi pengendalian, diperlukan pengendalian intern yang memadai untuk mengawal proses pelaksanaan kegiatan dan mengantisipasi hal-hal yang menghambat kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Sebagai bagian dari pengawasan dan pengendalian, kata Kamrussamad, diperlukan pula sistem reward and punishment untuk satuan kerja atas keberhasilan dan kegagalan pencapaian target penyerapan dana per triwulan.
Dia melanjutkan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga perlu memperbaiki perencanaan dan eksekusi kegiatan dalam rangka mengoptimalisasi penyerapan anggaran. Kemudian penting juga untuk mengidentifikasi dan mempercepat kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan agar anggaran terserap.
"Selain itu perlu juga optimalisasi penyerapan anggaran secara proporsional setiap bulan berdasarkan target. Lalu diikuti dengan perencanaan penarikan dana yang telah disusun sehingga tidak menumpuk di akhir tahun anggaran," ujar Kamrussamad.
Lambatnya serapan anggaran di tingkat pusat maupun daerah merupakan hal yang berulang. Penyerapannya seolah terpola terakselerasi di penghujung tahun anggaran. Kamrussamad melihat hal ini disebabkan oleh beragam faktor.
Pertama, adanya blokir anggaran khususnya automatic adjustment yang mengakibatkan kegiatan belum dapat dilaksanakan. Kedua, pedoman umum/petunjuk teknis dan SK Pengelola Keuangan belum terbit.
Ketiga, adanya perubahan struktur organisasi dan tata kerja K/L. Keempat, belum sepenuhnya diidentifikasi kegiatan-kegiatan yang berpotensi dieksekusi di awal tahun, Kelima, adanya kecenderungan wait and see dalam melakukan kegiatan dan pembayaran untuk mengantisipasi perubahan kebijakan.
"Hal tersebutlah yang menghambat penyerapan anggaran belanja baik di pusat maupun di daerah," pungkasnya. (OL-8)
Asbanda mendorong BPD untuk melakukan transformasi peran secara fundamental, dari sekadar pengelola dana pemerintah daerah menjadi orkestrator aliran dana daerah.
Beban belanja pegawai pada APBD yang bertambah besar itu, lanjutnya, semakin menekan keuangan daerah pada 2025 dan 2026.
Menurut Prabowo, masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi, seperti pembangunan jembatan desa.
Pemprov Kalsel saat ini sedang menyusun sistem pengelolaan CSR terintegrasi melalui sebuah aplikasi digital
Kasus guru honorer SDN Brabe 1, Mohammad Hisabul Huda, dihentikan melalui restorative justice setelah mengembalikan Rp118 juta.
Pemkab Bandung mengajukan permohonan kepada Kemendikdasmen agar dana BOSP dapat dipakai untuk membayar gaji 4.360 guru dan tenaga kependidikan paruh waktu.
Ekonom Indef menilai optimisme pemerintah soal fiskal perlu diimbangi konsolidasi konkret agar APBN tetap kuat menghadapi tekanan global jangka panjang.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Presiden menegaskan, besarnya nilai aset yang berhasil diselamatkan itu berpotensi memberikan dampak besar bagi pembangunan nasional.
Ibas juga menyoroti perlunya keseimbangan antara menjaga kesehatan postur APBN dan kewajiban negara dalam memberikan perlindungan sosial.
DPR mempertanyakan kekuatan APBN menghadapi lonjakan harga minyak dunia. Dolfie menyebut potensi tambahan subsidi bisa mencapai Rp204 triliun.
Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet ingatkan risiko APBN jika subsidi BBM bengkak. Pemerintah siapkan SAL Rp420 triliun sebagai bantalan fiskal hingga 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved