Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi mengatakan bahwa pasar modal Indonesia masih mencatatkan kinerja yang baik, bahkan menjadi yang tertinggi di kawasan ASEAN.
"Hingga 31 Agustus 2022, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) tumbuh sebesar 9,07% year to date (ytd) pada posisi 7.178, sementara itu nilai kapitalisasi pasar juga tumbuh 13,45% ytd mencapai 9.362 triliun. Kinerja IHSG serta kapitalisasi pasar ini termasuk yang tertinggi dibandingkan dengan bursa peer country di ASEAN," ungkapnya dalam acara Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) #3 secara virtual, Kamis (1/9).
Menurutnya, kondisi ini menggambarkan pasar modal Indonesia masih menjadi pasar investasi yang menarik bagi para investor, baik investor asing maupun domestik.
Lebih lanjut, Inarno mengatakan bahwa di tengah pasar modal Indonesia yang masih dibayangi pandemi dan tensi geopolitik dunia, terdapat fenomena menarik terkait peningkatan jumlah investor di pasar modal.
Baca juga: OJK: Jumlah Investor Pasar Modal Capai 9,4 Juta pada Tahun 2022
"Hingga 25 Agustus 2022, jumlah investor telah tumbuh hingga 7 kali lipat yaitu menjadi 9,4 juta investor dari sebelumnya 2,5 juta di tahun 2019 sebelum pandemi. Fenomena meningkatnya jumlah investor di pasar modal ini merupakan hal yang menggembirakan," kata Inarno.
Namun, dibalik capaian ini, terdapat tantangan yang harus dihadapi, di antaranya ialah upaya meningkatkan pemahaman pengetahuan investasi pada instrumen keuangan yang memadai.
Untuk itu, Inarno menegaskan sudah menjadi tugas dan tanggung jawab bersama untuk meningkatkan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat agar mereka senantiasa memahami dan berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
"Kami berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat, sebelum berinvestasi di pasar modal, pelajari dulu dan pahami dulu," ucap Inarno.
"Kita harus waspada terhadap investasi bodong atau ilegal dan jangan mudah terbujuk rayuan atau janji untuk mendapatkan imbal hasil yang tidak masuk akal. Karena dalam dunia investasi berlaku hukum high risk, high return," tegasnya.
"Selain itu, gunakan sumber dana di luar kebutuhan pokok atau dana cadangan dan jangan gunakan pinjaman apalagi pinjaman online ilegal untuk bertransaksi di pasar modal," pungkas Inarno. (Des/Ol-09)
Satgas PASTI Otoritas Jasa Keuangan menghentikan 951 pinjol ilegal dan 2 investasi bodong selama Januari-Maret 2026. Simak modus terbaru dan total dana yang diselamatkan.
Upaya memperluas literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri.
Program tersebut juga diharapkan semakin mempercepat akses keuangan dan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Jumlah rekening pelajar di Indonesia tembus 59 juta dengan dana Rp30,31 triliun. OJK ungkap tren meningkat dan faktor pendorongnya di 2026.
MSCI soroti reformasi pasar modal Indonesia. OJK klaim transparansi dan integritas meningkat, jadi sinyal kuat bagi investor global jelang review indeks 2026.
Dorongan untuk memperdalam instrumen investasi di pasar modal Indonesia kian menguat seiring kebutuhan akan produk yang lebih beragam dan adaptif terhadap dinamika pasar global.
IHSG Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 0,41% ke level 7.101,23 pada Rabu (29/4/2026) berkat aksi bargain hunting dan sentimen global.
IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.072,39 pada Selasa (28/4/2026) akibat ketidakpastian konflik AS-Iran dan penantian hasil rapat FOMC The Fed.
IHSG diprediksi bergerak mendatar pekan ini (27-30 April 2026). Simak analisis Phintraco Sekuritas terkait dampak kebijakan The Fed, ECB, hingga BoJ.
MSCI tunda rebalancing indeks Indonesia ke Juni 2026. Simak analisis dampak potensi outflow dana asing dan urgensi reformasi struktural BEI.
Di saat dunia sudah berpindah ke teknologi kecerdasan buatan (AI) real-time trading, sebagian broker ritel di Indonesia masih bertahan dengan sistem trading saham lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved