Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA minyak dunia turun dalam penutupan perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (26/11) saat liburan Thanksgiving AS, karena investor mengamati bagaimana produsen-produsen utama menanggapi pelepasan minyak darurat yang dipimpin AS. Cadangan AS dilepas memang untuk mendinginkan pasar dan dengan OPEC sekarang memperkirakan rilis untuk meningkatkan persediaan.
Minyak mentah berjangka Brent telah tergelincir 8 sen atau 0,1 persen, menjadi diperdagangkan di 82,17 dolar AS per barel pada pukul 18.02 GMT. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS juga merosot 36 sen atau 0,5 persen, menjadi diperdagangkan di 78,03 dolar AS per barel.
OPEC memperkirakan pelepasan cadangan minyak AS akan membengkakkan surplus di pasar minyak sebesar 1,1 juta barel per hari (bph), kata sumber dari kelompok itu.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, Rusia dan sekutunya, bersama-sama disebut OPEC+, akan bertemu pada 1-2 Desember untuk menetapkan kebijakan.
"Mengingat hari libur di AS dan dengan volume (perdagangan) yang ringan, saya pikir pasar mencerna rilis yang telah kita lihat diumumkan, dan bertanya-tanya reaksi apa yang mungkin kita lihat dari OPEC+," kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates yang berbasis di Houston.
Perdagangan tidak memiliki arah yang jelas karena waktu pelepasan minyak masih belum pasti, kata Lipow.
OPEC+ telah menambah pasokan 400.000 barel per hari sejak Agustus, melepaskan rekor pengurangan produksi yang dibuat tahun lalu ketika pembatasan pandemi menghantam permintaan.
Tiga sumber mengatakan kepada Reuters yang dikutip dari LKBN Antara bahwa OPEC+ tidak membahas penghentian peningkatan produksi minyaknya, meskipun ada keputusan oleh Amerika Serikat, Jepang, India, dan lainnya untuk melepaskan stok minyak darurat.
Anggota OPEC Uni Emirat Arab dan Kuwait mengatakan mereka berkomitmen penuh pada perjanjian OPEC+ dan tidak memiliki sikap sebelumnya menjelang pertemuan minggu depan.
Irak, juga anggota OPEC, mengatakan mendukung melanjutkan rencana OPEC+ yang ada untuk meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari per bulan, dengan mengatakan prospek pasar minyak tidak jelas karena turbulensi di pasar global.
Harga minyak yang tinggi telah menambah kekhawatiran inflasi. Rilis terkoordinasi dapat menambah sekitar 70-80 juta barel pasokan minyak mentah ke pasar, kata analis di Goldman Sachs.
Departemen Energi AS telah meluncurkan lelang untuk menjual 32 juta barel cadangan minyak strategis (SPR) untuk pengiriman antara akhir Desember hingga April 2022. AS berencana untuk segera melepaskan 18 juta barel lagi.
Pedagang juga mencari tahu apakah China akan menindaklanjuti rencana untuk melepaskan minyak dari cadangannya.
Data Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (24/11/2021) menunjukkan stok bensin dan sulingan turun lebih besar dari yang diperkirakan, sementara stok minyak mentah naik. (OL-13)
Baca Juga: Agar Target 1 Juta Bopd dan 12 Ribu MMscd Tercapai, Terapkan Aliansi Strategis
IHSG ditutup anjlok 3,38% ke level 7.129 akibat lonjakan harga minyak dan kekhawatiran pasokan energi global. Outlook bank RI juga ditekan Fitch.
Iran menyita kapal MSC Francesca dan Epaminondas di Selat Hormuz di tengah blokade AS, memicu lonjakan harga minyak dunia dan ketegangan diplomatik.
Kedutaan Besar Rusia di Indonesia menegaskan bahwa isi pemberitaan tersebut tidak menggambarkan pernyataan resmi secara utuh.
Ia menuturkan, sebagai net-importir minyak dengan lifting sekitar 600 ribu barel per hari dan konsumsi mencapai 1,6 juta barel per hari.
Ekonom Mohamed A. El-Erian soroti risiko blokade Selat Hormuz yang picu lonjakan harga energi, helium, dan pupuk akibat ketegangan AS-Iran.
Trump ancam blokade Selat Hormuz yang dibalas oleh Iran dengan peringatan keras. Harga minyak melonjak di atas US$100 per barel, memicu kekhawatiran baru di pasar global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved