Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KURS dolar AS mencapai level tertinggi 16-bulan terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (16/11). Penguatan ini didorong oleh pertumbuhan global dan kekhawatiran inflasi, serta ekspektasi kebijakan moneter ketika investor menunggu data minggu ini tentang kekuatan konsumen AS.
Dolar melonjak pada Rabu lalu (3/11/2021) setelah data menunjukkan harga-harga konsumen AS naik bulan lalu pada laju tahunan tercepat sejak 1990, menimbulkan keraguan pada pandangan Federal Reserve (Fed) bahwa tekanan harga akan bersifat sementara dan memicu spekulasi bahwa suku bunga akan dinaikkan lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.
"Saya merasa seperti saya berdagang kembali di tahun 90-an ketika semua orang lebih memperhatikan apa yang akan dilakukan The Fed," kata Analis Senior FXStreet.com, Joseph Trevisani.
"Sudah lama sejak kami mengalami perubahan nyata dalam tingkat suku bunga komparatif dan tampaknya ke sanalah tujuan kami."
Indeks dolar, yang mengukur mata uang terhadap enam mata uang utama saingannya, mencapai 95,462 pada Senin (15/11/2021), tertinggi sejak Juli 2020, dan terakhir naik 0,274 persen pada 95,394.
Permintaan untuk greenback telah melunak pada Jumat (12/11/2021), ketika sebuah laporan menunjukkan sentimen konsumen turun ke level terendah dalam satu dekade, sebagian karena lonjakan inflasi. Tapi permintaan menguat lagi pada Senin (15/11/2021) setelah pembuat kebijakan di Eropa dan Inggris menyuarakan kekhawatiran pertumbuhan dan harga.
Baca Juga: Banjir Melanda Enam Kabupaten di Kalbar
Investor akan melihat data penjualan ritel AS pada Selasa (16/11/2021) waktu setempat untuk petunjuk ke mana arah dolar selanjutnya. Data tersebut diperkirakan menunjukkan penjualan ritel naik 1,1 persen bulan lalu, menurut jajak pendapat Reuters.
"Mengikuti data sentimen konsumen, perhatian akan tertuju pada penjualan ritel AS besok untuk melihat apakah penurunan sentimen konsumen tercermin dalam penjualan ritel," kata Analis Pasar Keuangan Senior City Index, Fiona Cincotta.
Kenaikan dalam indeks dolar tertimbang terhadap euro juga telah dibantu oleh penurunan mata uang tunggal, dengan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde terus mendorong kembali taruhan pasar untuk kebijakan yang lebih ketat.
Kemacetan rantai pasokan dan melonjaknya biaya energi memperlambat pertumbuhan zona euro dan akan menjaga inflasi tetap tinggi lebih lama dari yang diperkirakan, kata Lagarde.
Lagarde "mengulangi pandangan dovish pembuat kebijakan" menjaga euro tetap terkendali, kata Jane Foley, Kepala Strategi Valas di Rabobank London.
Euro mencapai level terendah 16 bulan terhadap greenback dan terakhir turun 0,49 persen pada 1,13865 dolar AS.
Terhadap franc Swiss, euro merosot ke level terlemahnya dalam 18 bulan dan terakhir turun 0,17 persen pada 1,0524.
Minat pada pasangan euro/franc Swiss telah meningkat tajam, kata Simon Harvey, analis pasar senior valas di Monex Europe, "karena franc Swiss adalah lindung nilai alami terhadap inflasi."
Anggota dewan gubernur babk sentral Swiss, Swiss National Bank (SNB), Andrea Maechler mengatakan inflasi Swiss yang moderat, pada tingkat tahunan sekitar 1,2 persen, membatasi kenaikan franc. Tapi dia menegaskan kembali komitmen SNB untuk melakukan intervensi pasar yang dirancang untuk membatasi, jika diperlukan, efek kekuatan franc Swiss terhadap ekonomi berorientasi ekspor Swiss.
Di Inggris, pound naik 0,16 persen menjadi 1,3429 dolar AS untuk memulai minggu yang padat data dengan angka ketenagakerjaan, inflasi dan penjualan ritel diharapkan memberikan petunjuk apakah bank sentral Inggris (BoE) akan menaikkan suku pada Desember, seperti yang diperkirakan oleh pasar. Pada Jumat (12/11/2021), sterling menyentuh level terendah tahun ini terhadap dolar. (Ant/OL-13)
Baca Juga: Emas Turun Tipis Tertekan Aksi Ambil Untung
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem menyatakan bahwa upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh membutuhkan dukungan besar dari pemerintah pusat.
Lebih lanjut, BI menilai dampak kenaikan harga komoditas global terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi domestik masih terkendali.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2026.
INFLASI yang terjaga dalam rentang toleransi dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kebijakan mempertahankan subsidi merupakan bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat.
Lonjakan harga minyak global hingga US$100 per barel tekan APBN Indonesia. Pakar soroti dilema subsidi, inflasi, dan potensi perlambatan ekonomi.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah dibuka melemah 32 poin ke level Rp17.275 per dolar AS pada Rabu (29/4) pagi akibat tekanan sentimen global.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 12 poin ke level Rp17.223 pada Selasa (28/4). Simak analisis pergerakan mata uang rupiah di sini.
Mata Uang Rupiah Senin (27/4) pagi menguat 18 poin ke level Rp17.211 per dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs dan sentimen pasar selengkapnya.
Kenaikan harga energi global, penguatan dolar AS, serta ketidakpastian pasar keuangan kembali menekan stabilitas ekonomi domestik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi tekanan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp17.300 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 108 poin ke level Rp17.289 pada Kamis (23/4/2026) pagi. Simak analisis pergerakan kurs hari ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved