Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA minyak turun pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB (13/11), menghapus kenaikan dari sesi sebelumnya, di tengah kekhawatiran bahwa Federal Reserve AS akan mempercepat rencana untuk meningkatkan suku bunga acuan guna menjinakkan inflasi.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari merosot 70 sen atau 0,8 persen, menjadi menetap di 82,17 dolar AS per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember terpangkas 80 sen atau 1,0 persen, menjadi ditutup di 80,79 dolar AS per barel.
Kedua kontrak acuan jatuh untuk minggu ketiga berturut-turut, terpukul oleh penguatan dolar dan spekulasi bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden mungkin melepaskan minyak dari Cadangan Minyak Strategis AS untuk mendinginkan harga. Pada basis mingguan, Brent turun 0,7 persen, sementara WTI turun 0,6 persen.
"Pekan ini telah menjadi pengingat yang baik bagi pasar minyak bahwa harga tidak hanya dipengaruhi oleh lintasan penawaran-permintaan, tetapi juga dari perkiraan kebijakan moneter dan oleh bentuk intervensi pemerintah," kata Louise Dickson, analis pasar minyak senior di Rystad Energy.
"Suku bunga yang lebih tinggi akan memberikan dukungan lebih lanjut terhadap dolar dan bahkan lebih banyak tekanan ke bawah pada harga minyak."
Menteri Energi AS Jennifer Granholm mengatakan pada Senin (8/11/2021) bahwa Biden dapat bertindak secepatnya minggu ini untuk mengatasi kenaikan harga bensin.
"Kami percaya bahwa apa pun pengumuman itu hanya akan berdampak jangka pendek pada harga, tetapi karena ketidakpastian pasar sedikit mundur," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.
Perusahaan-perusahaan energi AS minggu ini menambahkan rig minyak dan gas alam untuk minggu ketiga berturut-turut. Jumlah rig minyak dan gas, indikator awal produksi masa depan, naik enam menjadi 556 dalam seminggu hingga 12 November, level tertinggi sejak April 2020, perusahaan jasa energi Baker Hughes Co mengatakan pada Jumat (12/11/2021).
Rosneft Rusia, perusahaan minyak terbesar kedua di dunia berdasarkan produksi setelah Saudi Aramco, memperingatkan pada Jumat (12/11/2021) tentang potensi "siklus super" di pasar energi global, meningkatkan prospek harga yang lebih tinggi karena permintaan melebihi pasokan.
Namun, meskipun ada tanda-tanda positif di sisi permintaan, dengan perjalanan udara meningkat cepat, kebijakan moneter dan fiskal yang lebih ketat dan musim dingin di belahan bumi utara akan bertindak sebagai peredam.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Kamis (11/11/2021) memangkas perkiraan permintaan minyak dunia untuk kuartal keempat sebesar 330.000 barel per hari (bph) dari perkiraan bulan lalu, karena harga energi yang tinggi menghambat pemulihan ekonomi dari pandemi COVID-19.
OPEC, Rusia dan sekutu, bersama-sama dikenal sebagai OPEC+, sepakat pekan lalu untuk tetap berpegang pada rencana untuk menambah 400.000 barel per hari ke pasar setiap bulan.
"Pasar minyak berjalan dalam tidur menuju surplus pasokan," kata Stephen Brennock dari pialang minyak PVM. “OPEC dan sekutunya setidaknya perlu menghentikan pelonggaran pembatasan pasokan mereka di tahun baru. Kelambanan akan mengakibatkan stok minyak global membengkak lagi.” (Ant/OL-13)
Baca Juga: OPEC: Harga Tinggi Meredam Laju Pemulihan dari Covid-19
Federal Reserve resmi menahan suku bunga di level 3,5%-3,75%. Jerome Powell soroti dampak ketidakpastian perang terhadap inflasi dan tegaskan tak akan mundur.
IHSG dibuka melemah 0,32% ke level 7.338 pada Jumat (13/3/2026). Konflik AS-Iran picu lonjakan harga minyak dan ekspektasi hawkish The Fed.
Putusan Mahkamah Agung AS terkait tarif Donald Trump menjadi sentimen positif bagi IHSG. Pasar juga mencermati data PDB AS, inflasi PCE, dan arah suku bunga The Fed.
Prediksi harga emas Sabtu 14 Februari 2026 diperkirakan stabil hingga menguat terbatas, dipengaruhi harga emas dunia dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
HARGA bitcoin kembali mengalami pelemahan di bawah US$90.000 setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.
IHSG ditutup anjlok 3,38% ke level 7.129 akibat lonjakan harga minyak dan kekhawatiran pasokan energi global. Outlook bank RI juga ditekan Fitch.
Iran menyita kapal MSC Francesca dan Epaminondas di Selat Hormuz di tengah blokade AS, memicu lonjakan harga minyak dunia dan ketegangan diplomatik.
Kedutaan Besar Rusia di Indonesia menegaskan bahwa isi pemberitaan tersebut tidak menggambarkan pernyataan resmi secara utuh.
Ia menuturkan, sebagai net-importir minyak dengan lifting sekitar 600 ribu barel per hari dan konsumsi mencapai 1,6 juta barel per hari.
Ekonom Mohamed A. El-Erian soroti risiko blokade Selat Hormuz yang picu lonjakan harga energi, helium, dan pupuk akibat ketegangan AS-Iran.
Trump ancam blokade Selat Hormuz yang dibalas oleh Iran dengan peringatan keras. Harga minyak melonjak di atas US$100 per barel, memicu kekhawatiran baru di pasar global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved