Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA bekerja sama dengan Australia untuk membangun proyek kabel bawah laut listrik tenaga surya bernama Australia-Asia PowerLink (AAPowerLink). Perusahaan Sun Cable terlibat dalam investasi proyek tersebut.
Acara pengumuman investasi pada Kamis (23/9) ini dihadiri Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Dubes Australia untuk Indonesia Penny Williams.
"Saya menyambut baik keputusan Sun Cable untuk investasi lebih dari US$2 miliar di Indonesia. Proyek ini menghubungkan panel surya di Australia dan Singapura. Untuk kabel tegangan tinggi arus searah atau high voltage direct current cable," ujar Luhut dalam konferensi pers virtual.
Baca juga: PLN Beri Diskon Tarif 30% untuk Pengguna Kendaraan Listrik
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa proyek ini mendukung pembangan energi baru terbarukan (EBT) di kawasan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Investasi tersebut sjuga diharapkan membantu pencapaian target Indonesia untuk menurunkan emisi karbon 23% pada 2025 mendatang.
Awalnya, dirinya terkejut saat pertama kali mendengar proyek Sun Cable yang mendapat suntikan dari miliarder asal Australia, Andrew Forest, beberapa tahun lalu. "Saya terkejut dengan teknologi ini. Saya tidak bayangkan beberapa ratus ribu mega watt ditransfer dari Sun Cable ke Singapura," papar Luhut.
"Saya mendapat kehormatan untuk mengambil bagian dalam mendukung proyek ini. Hal ini bisa menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk generasi masa depan kita," imbuhnya.
Baca juga: Saatnya Potensi Laut Dalam di Indonesia Diteliti
Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams menyatakan pihaknya optimistis terhadap program EBT melalui pendekatan berbasis teknologi untuk kekuatan energi surya. "Kami menantikan Sun Cable untuk investasi, berbagi pengetahuan, menciptakan lapangan kerja, serta berkontribusi pada penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Australia,” kata Williams.
CEO Sun Cable David Griffin menjelaskan bahwa secara total investasi yang ditanamkan perusahaan di Indonesia mencapai US$2,58 miliar. Nilai itu termasuk investasi langsung senilai US$530 juta-US$ 1 miliar.
“Selama instalasi proyek, ditambah investasi US$1,58 miliar untuk biaya operasional. Sun Cable berharap menjadi rekan jangka panjang di Indonesia dan memberikan kontribusi yang besar di bidang ekonomi," tandasnya.(OL-11)
Prestasi ini mencerminkan pengakuan pada kapabilitas perusahaan dalam menghadirkan inovasi yang berfokus pada keselamatan (safety) dan keandalan (reliability) sistem kelistrikan.
BBM masih menyumbang sekitar 30% dalam bauran energi nasional, sehingga sangat rentan terhadap gejolak geopolitik dan fluktuasi harga dunia.
Begitu juga yang lainnya, seperti konversi sepeda motor, baik menuju bahan bakar gas, khususnya CNG atau pun listrik.
Fokus utama pemerintah adalah mengubah tumpukan sampah yang selama ini menjadi beban lingkungan menjadi sumber energi alternatif, khususnya listrik.
PLN telah menyediakan 4.769 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang tersebar di 3.078 titik di seluruh Indonesia.
Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, PLN memastikan kesiapan pasokan listrik di berbagai objek vital.
Danantara tengah menggarap proyek-proyek hilirisasi dengan total investasi mencapai US$26 miliar atau setara Rp450,42 triliun (kurs Rp17.324 per dolar AS).
Data terbaru menunjukkan bahwa sektor hilirisasi menjadi kontributor signifikan dengan nilai investasi mencapai Rp147,5 triliun.
Pemerintah menyerap dana Rp40 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) dengan total penawaran masuk mencapai Rp74,95 triliun.
Upaya memperluas literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri.
Di tengah dinamika pasar keuangan, kolaborasi antara manajer investasi dan perbankan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi yang aman.
KBRI Warsawa gelar forum bisnis di Krakow dan Łódź untuk dorong investasi, perdagangan, dan kerja sama tenaga kerja Indonesia-Polandia jelang IEU-CEPA 2027.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved