Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan adanya penurunan BI 7-Day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%. Dengan hal ini, diharapkan sektor perbankan bisa mengadopsi kebojakan tersebut.
Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengaku berterimakasih atas penurunan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%. Namun, untuk mendongkrak sektor properti nyatanya dibutuhkan faktor lain selain penurunan suku bunga.
"Karena tidak hanya suku bunga saja yang akan berpengaruh untuk mendongkrak sektor properti, ada ekonomi makro, ada ekonomi mikro sehingga daya beli masyarakat ikut tergerak," jelas Paulus saat dihubungi Media Indonesia, Senin (23/11).
Paulus mengatakan, penurunan suku bunga memang belum berdampak signifikan untuk mendorong sektor properti. Sebab, sektor perbankan sudah terang-terangan tidak menurunkan bunga KPR.
"Ada apa dengan ini, perbankan bertahan. Ayolah bank membuka diri, karena apa yang dibutuhkan sektor properti adalah ekonomi mikro. Tolong saling bantu buka diri perhitungannya bagaimana," kata Paulus.
Baca juga: Pelatihan Kartu Prakerja Harus Rampung Sebelum 15 Desember
Hal ini senada diucapkan Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto. Ia menganggap keputusan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan suku bunga acuan akan mendorong perkembangan sektor properti. Namun, hal ini juga bergantung bagaimana sektor perbankan meresponnya.
"Penurunan suku bunga memang diperlukan, salah satunya sebagai respons kebijakan moneter atas situasi masih lemahnya permintaan properti, namun ini juga bergantung pada bagaimana perbankan merespon ini," jelas Eko.
Menurut Eko, faktor pemulihan sektor properti saat ini akan sangat ditentukan dari peningkatan sisi demand. Sehingga turunnya suku bunga acuan dimaksudkan untuk memperbaiki kemampuan daya beli konsumen yang masih terpukul akibat pandemi covid-19.
"Karena dari survei hingga bulan lalu (Oktober) konsumen relatif masih menahan belanja barang tahan lama, salah satunya beli perabot rumah tangga, furniture, dan lainnya. Apalagi, pertumbuhan harga properti komersial juga masih melambat, tanda masih adanya kendala sisi demand," lanjut dia.
Seperti yang diketahui, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini dibuat dengan mempertimbangkan evaluasi serta perkiraan ekonomi domestik dan global. Pihaknya juga memutuskan untuk menurunka suku bunga deposit facility dan lending facility. Jika dihitung sejak awal 2020, BI telah memangkas 7-Day Reverse Repo Rate sebanyak 125 basis poin.
"Keputusan Rapat Dewan Gubernur pada 18-19 November 2020, memutuskan untuk menurunkan BI-7DRR sebesar 25 basis poin jadi 3,75%. Suku bunga deposito facility sebesar 25 basis poin jadi 3 persen, dan suku bunga lending facility 25 basis poin menjadi 4,5 persen," jelasnya belum lama ini.
Perry mengatakan, keputusan ini konsisten dengan perlunya menjaga stabilitas eksternal di tengah inflasi yang diperkirakan akan tetap rendah. Selain itu, ini dilakukan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi.
"Keputusan ini mempertimbangkan perkiraan inflasi tetap rendah, dan langkah lanjutan untuk percepat pemulihan ekonomi nasional. Bank Indonesia tetap komitmen sediakan dukungan stabilitas dan dukung percepatan pemulihan ekonomi nasional," tutup Perry. (OL-4)
Nilai tukar mata uang rupiah ditutup melemah ke Rp17.326 per dolar AS dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah dan peningkatan permintaan aset safe haven.
Guna menjaga ketahanan ekonomi, produktivitas sektor pertanian harus tetap terjaga melalui langkah-langkah antisipasi yang terukur.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan fundamental ekonomi RI tetap kuat meski Rupiah tembus Rp17.300 per Dolar AS. Simak analisis dan strategi stabilisasinya.
Kehadiran BEKISAH menjadi wujud ikhtiar Bank Indonesia untuk menebar maslahat, memperkokoh ukhuwah, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tren kenaikan harga minyak global yang tembus US$100 bpd menambah tekanan terhadap fiskal.
Nilai tukar Rupiah menyentuh Rp17.300 per USD akibat ketidakpastian global. BI perkuat intervensi dan pastikan cadangan devisa tetap kuat.
Apresiasi datang dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terhadap sinergi sektor swasta dalam memperluas akses hunian layak bagi masyarakat.
Sinar Mas Land Expo 2026 hadir di Bekasi dengan promo besar: diskon hingga Rp100 juta, KPR mulai 1%, dan benefit hingga 35%. Cek detailnya di sini.
Peluang punya rumah lebih murah kini terbuka. Pelajari cara membeli properti dari lelang bank dengan BRI KPR Solusi dan nikmati berbagai keuntungannya.
Renovasi rumah tanpa menguras tabungan. Kenali BRI KPR Renovasi dengan cicilan fleksibel dan tenor panjang untuk wujudkan hunian lebih nyaman.
Ingin punya rumah sendiri? BRI KPR hadir dengan proses mudah, simulasi cicilan, dan pengajuan praktis lewat BRImo untuk membantu keluarga muda mewujudkan rumah impian.
Program inovatif BTN ubah sampah plastik jadi kredit cicilan rumah. Warga bisa meringankan beban dengan menukarkan limbah rumah tangga jadi tabungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved