Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia meminta perbankan menurunkan suku bunga kredit. Ini seiring penurunan suku bunga acuan. Bank Indonesia sejauh ini telah melakukan ekspansi likuiditas atau quantitative easing sangat besar, yaitu Rp680 triliun.
"Oleh karena itu, kami tidak segan-segan mengharapkan perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit. Ini bisa mendorong pemulihan ekonomi," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dalam konferensi pers virtual hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Kamis (19/11).
Bank Indonesia juga menyampaikan kepada perbankan dan dunia usaha bahwa perbaikan ekonomi berlanjut. Kondisi korproasi, khususnya skala besar yang melakukan ekspor, dia yakini sudah membaik.
"Sudah saatnya penyaluran kredit terus didorong, bangun optimisme, dan meningkatkan ekonomi. Pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah begitu banyak melakukan sinergi kebijakan dan terus berkomitmen untuk menempuh langkah lanjutan. Tentu saja kami juga mengharapkan perbankan dan dunia usaha untuk juga membangun optimsime agar pemulihan ekonomi terus berlanjut," kata Perry.
Bank Indonesia telah menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) atau suku bunga acuan sebanyak lima kali atau sekitar 1,25% sejak awal 2020 atau mencapai 2,25% sejak Juli 2019. Namun penurunan rata-rata bunga kredit perbankan belum capai 1% padahal likuiditas longgar.
Hal ini dipengaruhi tiga faktor, yakni cost of fund (biaya dana), biaya administrasi, dan premi risiko kredit. Dengan penurunan suku bunga BI rate, cost of fund (suku bunga dana) menurun dan mendorong penurunan suku bunga pasar uang. Dari faktor ini, semestinya perbankan bisa menurunkan suku bunga kredit.
Biaya administrasi pun semestinya turun seiring dengan pandemi covid-19 dan meningkatnya digitalisasi bank. Tentu biaya administrasi bisa turun menurut penilaian Bank Indonesia.
Namun penyebab suku bunga kredit bank belum turun, dia lihat sebagai akibat dari persepsi risiko kredit oleh perbankan dengan menurunnya aktivitas ekonomi. "Dengan demikian risiko kredit meningkat dan tentu saja sejumlah bank meningkatkan kebutuhan untuk pencadangan risiko kredit," kata Perry. (Try)
Sinar Mas Land Expo 2026 hadir di Bekasi dengan promo besar: diskon hingga Rp100 juta, KPR mulai 1%, dan benefit hingga 35%. Cek detailnya di sini.
Federal Reserve resmi menahan suku bunga di level 3,5%-3,75%. Jerome Powell soroti dampak ketidakpastian perang terhadap inflasi dan tegaskan tak akan mundur.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Prediksi harga emas Senin 23 Februari 2026 diperkirakan masih dalam tren positif. Simak faktor dolar AS, suku bunga, dan sentimen global yang memengaruhi pasar.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Nilai tukar mata uang rupiah ditutup melemah ke Rp17.326 per dolar AS dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah dan peningkatan permintaan aset safe haven.
Guna menjaga ketahanan ekonomi, produktivitas sektor pertanian harus tetap terjaga melalui langkah-langkah antisipasi yang terukur.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan fundamental ekonomi RI tetap kuat meski Rupiah tembus Rp17.300 per Dolar AS. Simak analisis dan strategi stabilisasinya.
Kehadiran BEKISAH menjadi wujud ikhtiar Bank Indonesia untuk menebar maslahat, memperkokoh ukhuwah, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tren kenaikan harga minyak global yang tembus US$100 bpd menambah tekanan terhadap fiskal.
Nilai tukar Rupiah menyentuh Rp17.300 per USD akibat ketidakpastian global. BI perkuat intervensi dan pastikan cadangan devisa tetap kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved