Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,50%. Itu merupakan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung 18-19 Mei.
Tingkat suku bunga deposit facility tercatat 3,75% dan suku bunga lending facility sebesar 5,25%. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan kebijakan itu telah mempertimbangkan upaya menjaga stabilitas eksternal di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang relatif tinggi. Mengingat, pandemi covid-19 belum mereda.
"Memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,50%," ungkap Perry dalam telekonferensi, Selasa (19/5).
Baca juga: LPPI: BI Masih Punya Ruang Turunkan Suku Bunga Acuan
Kendati demikian, Perry menyebut Bank Sentral masih melihat adanya ruang penurunan suku bunga. Apalagi tekanan inflasi cenderung rendah dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
Pemerintah, lanjut Perry, telah mengambil sejumlah stimulus fiskal dan stimulus ekonomi untuk meringankan beban masyarakat dan perusahaan yang terdampak pandemi. Serta, menjaga aktivitas perekonomian tetap kondusif selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Strategi operasi moneter akan terus ditujukan untuk menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif. Bank Sentral telah melakukan quantitative easing hingga Rp 503,8 triliun,” imbuh Perry.
Baca juga: Tekan Penyebaran Covid-19, BI Gencarkan Penggunaan Nontunai
Sebagai informasi, stabilitas sistem keuangan yang terjaga ditunjukkan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan periode Maret 2020 yang tinggi, yakni 21,27%. Kemudian, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap rendah di kisaran 2,77% (gross).
Kebijakan makroprudensial BI juga akan fokus pada upaya menjaga stabilitas sistem keuangan. Itu dengan mengantisipasi potensi risiko pada sektor keuangan yang terdampak pandmei covid-19.
"Koordinasi dengan otoritas keuangan dan kementerian atau lembaga (K/L) terkait senantiasa ditingkatkan. Baik dalam rangka perumusan bauran kebijakan, maupun dalam rangka mitigasi peningkatan risiko di sistem keuangan," tandasnya.(OL-11)
Nilai tukar mata uang rupiah ditutup melemah ke Rp17.326 per dolar AS dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah dan peningkatan permintaan aset safe haven.
Guna menjaga ketahanan ekonomi, produktivitas sektor pertanian harus tetap terjaga melalui langkah-langkah antisipasi yang terukur.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan fundamental ekonomi RI tetap kuat meski Rupiah tembus Rp17.300 per Dolar AS. Simak analisis dan strategi stabilisasinya.
Kehadiran BEKISAH menjadi wujud ikhtiar Bank Indonesia untuk menebar maslahat, memperkokoh ukhuwah, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tren kenaikan harga minyak global yang tembus US$100 bpd menambah tekanan terhadap fiskal.
Nilai tukar Rupiah menyentuh Rp17.300 per USD akibat ketidakpastian global. BI perkuat intervensi dan pastikan cadangan devisa tetap kuat.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved