Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pekan ini mengalami pergerakan yang fluktiatif. Bank Indonesia (BI) menyebut pergerakan nilai rupiah tersebut telah dipengaruhi oleh sejumlah faktor baik eksternal maupun internal.
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan terdapat dua faktor yang mempengaruhi nilai tukar. Faktor tersebut adalah fundamental dan teknikal.
"Kedua faktor ini akan memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah dari hari ke hari. Jadi itu berpengaruh naik turun," ungkapnya dalam video conference, Rabu (22/4).
Dia mengungkapkan saat ini kondisi rupiah masih bergerak stabil dan cenderung menguat. Namun secara fundamental masih undervalued karena inflasi yang rendah dan defisit transaksi berjalan lebih rendah dari 1,5%. Secara keseluruhan bisa lebih rendah dari 2% PDB (Produk Domestik Bruto).
Menurut Perry pergerakan nilai rupiah ke arah penguatan dipengaruhi oleh pasar yang mulai confidence masuk melalui portoflio khususnya surat berharga negara (SBN).
"Selain itu, faktor teknikal seperti harga minyak dunia yang jatuh, perselisihan antara Arab Saudi dan Rusia yang belum tuntas hingga geopolitik di Korea Utara juga turut mempengaruhi," ujar Perey.
Tak hanya faktor negatif, ada pula faktor positif yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Misalnya dari sisi global Amerika Serikat dan beberala negara lain berencana untuk pembukaan lockdown di sejumlah kota.
Kemudian dari domestik dari sisi penanganan covid-19 penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang sudah disetujui. Hal ini turut mempengaruhi kepercayaan pasar.
"Kita ikuti laporan ketua gugus tugas, berbagai langkah dilakukan dan mendukung faktor positif di dalam negeri," pungkasnya.
Menurut dia, saat ini pergerakan nilai yang naik turun tak perlu dikhawatirkan. BI menyebut rupiah akan menguat ke posisi Rp15.000 per dolar AS pada akhir tahun.
Dalam perdangangan hari ini, rupiah ditutup menguat 18 poin menjadi Rp15.450 per dolar AS. (E-1)
Nilai tukar mata uang rupiah ditutup melemah ke Rp17.326 per dolar AS dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah dan peningkatan permintaan aset safe haven.
Guna menjaga ketahanan ekonomi, produktivitas sektor pertanian harus tetap terjaga melalui langkah-langkah antisipasi yang terukur.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan fundamental ekonomi RI tetap kuat meski Rupiah tembus Rp17.300 per Dolar AS. Simak analisis dan strategi stabilisasinya.
Kehadiran BEKISAH menjadi wujud ikhtiar Bank Indonesia untuk menebar maslahat, memperkokoh ukhuwah, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tren kenaikan harga minyak global yang tembus US$100 bpd menambah tekanan terhadap fiskal.
Nilai tukar Rupiah menyentuh Rp17.300 per USD akibat ketidakpastian global. BI perkuat intervensi dan pastikan cadangan devisa tetap kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved