Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERIODE kedua Presiden Joko Widodo diharapkan terus meningkatkan ketahanan pangan nasional lewat program yang sudah dicanangkan sebelumnya, seperti kedaulatan pangan dan reforma agraria.
Ketua Umum Serikat Petani Indonesia Henry Saragih mengatakan, Jokowi pada periode pertama pemerintahannya bersama Jusuf Kalla sudah memiliki visi kedaulatan pangan dan reforma agraria yang baik.
"Jadi tinggal laksanakan saja karena juga sudah ada di RPJMN (rencana pembangunan jangka menengah nasional)," kata dia ketika dihubungi di Jakarta (5/11).
Dari sisi pelaksanaan di periode sebelumnya, Henry menilai masih ada sejumlah hal yang belum optimal dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia.
"Sudah ada regulasinya yaitu UU no 18 tahun 2012 tentang Pangan dan UU no 19 tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Di Internasional juga sudah ada UNDROP Jadi tinggal implementasikan saja secara konsisten oleh para menteri dan kepala daerah," imbuhnya.
Baca juga : Kadin: Produktivitas Pangan harus Digenjot
Ia menegaskan, pemerintah tidak perlu membuat banyak regulasi baru. Pemerintah hanya perlu fokus dengan komitmennya dan mengarahkan petani nasional untuk lebih mengembangkan tanaman yang dibutuhkan dalam negeri.
Saat ini, lanjutnya, pertanian di Indonesia orientasinya lebih untuk kebutuhan ekspor atau kebutuhan pasar global. Hal itu menyebabkan komoditas impor yang masuk justru harganya lebih murah dari komoditas dalam negeri.
Padahal, menurutnya Indonesia seharusnya mampu memproduksi kebutuhan dalam negeri sendiri.
"Kita tanam kelapa sawit luasnya besar sekali, padahal kita tidak membutuhkan itu dalam jumlah yang besar. Justru itu untuk kebutuham luar negeri, padahal banyak kebutuhan dalam negeri yang tidak kita produksi, misalnya daging sapi, susu, buah-buahan, bisa dibayangkan harga buah alpukat di Jakarta saja Rp30 ribu per kilo," jelasnya.
Untuk mengatasi masalah ketahanan pangan, menurutnya, pemerintah perlu mendorong petani untuk meningkatkan produksi pertanian atau pangan yang dibutuhkan dalam negeri.
Baca juga : Kementan Dorong Kemandirian Petani
Petani juga perlu dibekali dengan pengetahuan dengan meningkatkan kemampuannya. Selain itu, juga perlu mendorong pengembangan koperasi-koperasi tani yang bisa mendukung produktifitas pangan. Begitu pula dengan distribusi tanah bagi petani juga perlu ditingkatkan.
"Ini kesejahteraan petani akan naik, devisa negara kita tidak berkurang untuk barang impor dan juga nanti perlahan ekspor kita itu beragam," pungkasnya.
Sebelumnya, dalam rapat kordinasi nasional (rakornas) Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Selasa (5/11), Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis mengatakan ketahanan pangan masih menjadi fokus pemerintah saat ini.
Hal ini disebabkan peningkatan produktivitas pangan di tengah jumlah populasi yang meningkat masih menjadi tantangan. Pada 2045, jumlah populasi dunia diproyeksikan akan menembus 9 miliar jiwa.
Sementara itu, populasi penduduk Indonesia akan mencapai 350 juta jiwa. Dengan demikian ketahanan pangan menjadi tantangan Indonesia ke depannya.(OL-7)
Meski kontribusi PDB besar, petani Indonesia sulit akses kredit. Pakar IPB ungkap penyebab dan solusi lewat AVCF.
Gerakan Percepatan Tanam Serentak di area persawahan Kelurahan Mulyorejo, Kota Malang, Jawa Timur.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan implementasi program biodiesel B50 berbasis crude palm oil (CPO) memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi.
BPDLH berkolaborasi dengan PT Mars, OFI, dan Barry Callebaut untuk menyalurkan dana bergulir bagi petani agroforestri guna mendukung ekonomi rendah karbon.
PRESIDEN Prabowo Subianto mendorong percepatan pembentukan koperasi desa sebagai solusi untuk memutus ketergantungan petani pada pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.
Seorang petani di Bener Meriah, Aceh, meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar saat mencoba mengusir satwa tersebut dari kebunnya.
Di tengah kebutuhan memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, kolaborasi antara dunia pendidikan, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi kunci untuk mendorong hilirisasi sawit.
PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) menyoroti penguatan ketahanan ekonomi, pangan, dan energi sebagai fondasi kemandirian nasional di peringatan puncak Milad ke-24.
Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan meningkatnya salinitas lahan pesisir, budidaya padi biosalin terbukti menjadi solusi adaptif yang mampu menjaga produktivitas.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melalui Program Lumbung Pangan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) sukses panen raya, dengan potensi hasil mencapai 400 ton jagung.
PEMPROV Bengkulu, akan menargetkan potensi peningkatan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 10 ribu ton per tahun dari total luasan lahan program cetak sawah pada 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved