Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengapresiasi kehadiran Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4) Kejaksaan Agung.
Selain sangat dirasakan manfaatnya, TP4 juga telah memberikan kepercayaan kepada pemerintah dalam tiap pelaksanaan tugas pengawalan pembangunan.
Hal itu diungkapkan Inspektur Jenderal Kementerian PUPR Widiarto saat membuka Rapat Koordinasi Pengawalan dan Pengamanan TP4 Daerah (TP4D) bidang Infrastruktur Kawasan Indonesia Tengah, di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (9/10).
Kegiatan yang mengusung tema Bangun Sinergi untuk Negeri, Infrastruktur Handal, Indonesia Maju, itu bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan pengawalan dan pengamanan TP4D di bidang pembangunan infrastruktur PUPR 2019, termasuk persiapan kegiatan 2020 di lingkup Kementerian PUPR wilayah Indonesia bagian tengah.
Acara tersebut diawali dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pengawalan dan pengamanan TP4D secara serentak antara 13 kepala kejaksaan tinggi dan 64 kepala UPT/Balai/Satker Kementerian PUPR di wilayah Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Penandatanganan perjanjian kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Jaksa Agung HM Prasetyo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada 1 Maret 2018 di Jakarta.
Baca juga : TP4 Solusi Pengamanan Proyek Strategis Nasiona
"Penandatanganan perjanjian kerja sama antara Satuan Kerja Kementerian PUPR dengan 13 Kejaksaan Tinggi di wilayah Kalimantan, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara diharapkan dapat memperkuat sinergi yang telah terjalin dengan baik tersebut," ujar Widiarto.
Jaksa Agung Muda Intelijen Jan Samuel Maringka yang hadir dalam acara tersebut, menambahkan pemilihan Balikpapan sebagai lokasi acara merupakan wujud sinergi Korps Adhyaksa dan Kementerian PUPR dalam mendukung program pemerintah terkait rencana pemindahan Ibu kota yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu.
Jan Maringka berpesan agar kerja sama dengan TP4 dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, terutama untuk pemecahan berbagai permasalahan hukum dan peningkatan koordinasi antarpemangku kepentingan.
Semua itu dilakukan dalam rangka percepatan semua program prioritas pemerintah di pusat dan daerah.
“Untuk itu diperlukan peran aktif, koordinasi, dan keterbukaan para pihak dalam bersama-sama mengidentifikasi potensi permasalahan hukum yang timbul di setiap tahapan pekerjaan. Itu untuk menentukan strategi pengawalan dan pengamanan yang efektif sesuai permasalahan hukum yang ditemukan, sehingga pembangunan dapat berjalan tepat waktu, tepat waktu dan tepat sasaran," terang Jan Maringka.
Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) dibentuk pada 2015 sebagai bentuk kontribusi kejaksaan dalam mendukung program pemerintah di bidang percepatan pembangunan nasional.
Baca juga : TP4 Jangan Dijadikan Bumper Penyimpangan
Sesuai arahan Presiden Joko Widodo dihadapan para Kajati dan Kapolda pada 24 Agustus 2015 dan 19 Juli 2016, imbuh Jan, diharapakan agar penegakan hukum tidak menimbulkan rasa takut bagi pemerintah dan pelaku pembangunan dalam mengelola anggaran.
Kehadiran TP4 pun dirasakan sebagai kontribusi aparat kejaksaan dalam percepatan pembangunan nasional, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri pemerintah di daerah dalam mengelola anggaran melalui pengawalan dan pengamanan penegak hukum.
Rapat Koordinasi Pengawalan dan Pengamanan TP4D bidang Infrastruktur PUPR diselenggarakan stimultan meliputi seluruh satuan kerja kejaksaan dan Kementerian PUPR tingkat provinsi di seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut dalam rangka memperkuat sinergi kelembagaan yang telah terjalin selama ini antar kedua instansi.
Sebelumnya, kegiatan serupa telah diselenggarakan di Ambon, Maluku, pada Senin (30/9). Kegiatan itu meliputi 10 provinsi di kawasan Timur Indonesia. Sedangkan untuk kawasan Indonesia bagian Barat direncanakan bakal diselenggarakan di Palembang pada akhir Oktober mendatang. (OL-7)
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, Febrie Adriansyah, menghadiri acara Halal Bihalal yang digelar Badan Musyawarah Kekeluargaan Jambi.
Adapun ketiga tersangka baru tersebut antara lain adalah HS (Hendry Sulfian) selaku Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Rangga Ilung, Kalimantan Tengah
Profil lengkap Hery Susanto, Ketua Ombudsman RI periode 2026-2031 yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi tambang nikel oleh Kejaksaan Agung.
Perbandingan pernyataan Ketua Ombudsman RI Hery Susanto saat pelantikan April 2026 dengan status tersangka yang kini ditetapkan Kejagung.
Profil Hery Susanto, Ketua Ombudsman RI periode 2026-2031 yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung. Simak rekam jejaknya di sini.
Uang tersebut diduga diberikan untuk mengatur dan membantu perusahaan keluar dari permasalahan terkait perhitungan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Perubahan perilaku tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan kebijakan dan sistem yang kokoh.
Berdasarkan data, hanya sekitar 27% irigasi di Sulsel yang dalam kondisi baik, sementara 41% mengalami kerusakan sedang hingga berat dan sisanya mengalami kerusakan ringan.
KPK membeberkan konstruksi perkara terkait OTT di OKU, yang menjerat 6 tersangka. Perwakilan DPRD OKU meminta jatah proyek fisik di Dinas PUPR senilai Rp7 miliar.
Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono menyebut pembangunan landasan pacu atau runway jalur taxi dan apron bandara di Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah selesai.
Kementerian PUPR menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan perumahan, mengingat banyak rumah subsidi diterima oleh masyarakat yang tidak berhak.
Kementerian PUPR mendapat alokasi anggaran RP75,63 triliun dalam RAPBN 2025. Anggaran tersebut turun drastis dari pagu anggaran yang diajukan sebesar Rp164,6 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved