Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah kondisi perekonomian global yang tidak menentu, Bank Indonesia (BI) akan tetap menerapkan kebijakan moneter yang longgar. Menurut Deputy Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti hal itu diharapkan dapat mendorong laju investasi dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
"Beberapa waktu lalu sudah diturunkan GWM (Giro Wajib Minimum) Rupiah dan juga suku bunga. Nampaknya kita lihat easing monetary policy dalam jangka panjang. Kita butuh stimilus untuk pertumbuhan ekonomi ke depan dengan mendorong investasi" kata Destry usai dilantik menjadi DGS BI di Gedung Mahkamah Konstitusi (MA), Jakarta Pusat, Rabu (7/8).
Easy Monetary Policy yang dimaksud adalah kebijakan moneter nonkonvensional yang dipakai bank sentral untuk mencegah penurunan suplai uang ketika kebijakan moneter standar mulai tidak efektif.
Lebih jauh Destry mengungkapkan, secara umum kondisi perekonomian Indonesia masih terbilang positif. Hal itu ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang berada di angka 5% serta inflasi selama 4 tahun terakhir yang masih stabil di kisaran 3%.
Namun, dia menyoroti masih melambatnya ekspor Indonesia. Hal itu, katanya, salah satunya akibat perang dagang. "Ke depan kami berharap BI bersama-sama pemerintah bisa lebih meningkatkan diversifikasi daya ekspor tersebut dan meningkatkan pertumbuhan di pasar-pasar konvensional," jelasnya.
Lebih jauh dia mengungkapkan, untuk menerabas tantangan perekonomian yang ada saat ini BI akan terus menerapkan kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, bank sentral juga akan meningkatkan koordinasi dengan lembaga lain seperti OJK, pemerintah, serta lembaga-lembaga terkait guna menciptakan efektivitas dalam bauran kebijakan ekonomi.
"Saya pribadi punya komitmen yang kuat untuk meningkatkan koordinasi dari satu lembaga ke lembaga lainnya," tutup Destry. (A-2)
Nilai tukar mata uang rupiah ditutup melemah ke Rp17.326 per dolar AS dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah dan peningkatan permintaan aset safe haven.
Guna menjaga ketahanan ekonomi, produktivitas sektor pertanian harus tetap terjaga melalui langkah-langkah antisipasi yang terukur.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan fundamental ekonomi RI tetap kuat meski Rupiah tembus Rp17.300 per Dolar AS. Simak analisis dan strategi stabilisasinya.
Kehadiran BEKISAH menjadi wujud ikhtiar Bank Indonesia untuk menebar maslahat, memperkokoh ukhuwah, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tren kenaikan harga minyak global yang tembus US$100 bpd menambah tekanan terhadap fiskal.
Nilai tukar Rupiah menyentuh Rp17.300 per USD akibat ketidakpastian global. BI perkuat intervensi dan pastikan cadangan devisa tetap kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved