Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT campak disebabkan oleh infeksi Morbillivirus. Penyakit ini ditandai dengan demam disertai timbulnya ruam kemerahan. Campak harus ditangani dengan cepat karena berisiko menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia, bronkitis, hingga kematian.
Penyakit campak dapat dicegah apabila penderita telah mendapatkan imunisasi campak. Oleh sebab itu, sangat penting untuk imunisasi campak untuk anak-anak termasuk yang duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Kementerian Kesehatan menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang rutin diselenggarakan pada bulan Agustus dan November setiap tahunnya. Dikutip dari situs Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Senin (12/8), pada bulan Agustus, agenda BIAS untuk anak kelas 1 SD atau usia 7 tahun dijadwalkan untuk imunisasi campak rubella.
Baca juga : Zero-Dose Imunisasi Anak Ditargetkan Berkurang 25% pada 2024
Imunisasi campak memiliki beberapa manfaat, diantaranya merangsang dan meningkatkan imun tubuh untuk menurunkan risiko penyakit akibat infeksi virus penyebab campak. Biasanya, imunisasi campak dilakukan dengan pemberian vaksinasi MMR (Mumps, Measles, Rubella) yakni vaksin yang berfungsi untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella.
Demam setelah imunisasi bukan kondisi yang berbahaya, karena kondisi ini merupakan suatu bentuk respons tubuh anak dalam membentuk sistem kekebalan baru gabungan dari vaksin yang disuntikkan, sehingga terjadi peningkatan suhu tubuh.
Berikut ini 4 langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak yang demam pasca imunisasi, seperti dilansir dari situs Rumah Sakit Siloam Hospitals.
(M-4)
IMUNISASI disebut sebagai langkah paling efektif dalam mencegah dan menekan penyebaran campak, terutama pada anak usia balita.
Pembukaan simposium ilmiah yang menjadi bagian dari forum IVAXON 2026 di Jakarta.
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Dante juga menjelaskan anak yang telah diimunisasi akan mencegah terjadi penyakit-penyakit yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
IDAI menekankan pentingnya imunisasi masif untuk mengatasi lonjakan kasus campak dan polio di Indonesia sebagai penyakit yang muncul kembali.
Sebanyak 281 ribu anak di Aceh masuk kategori zero dose atau belum pernah imunisasi. Simak penyebab, dampak, dan upaya Dinkes Aceh mengatasinya.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Kenali tanda kanker ginjal pada anak sejak dini. Waspadai perut membesar, demam, dan kencing berdarah. Peluang sembuh capai 90% dengan deteksi tepat.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Berbeda dengan demam biasa, kondisi pasien Kawasaki tidak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi antibiotik.
Obat pereda demam hanya diperlukan pada kondisi tertentu, terutama jika kondisi fisik anak mulai terganggu secara kenyamanan.
Kondisi ini sebenarnya bukan tanda bahwa penyakitnya menyerang otot, melainkan respons alami sistem imun Anda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved