Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Partikel hitam dari asteroid yang berjarak sekitar 300 juta kilometer terlihat biasa-biasa saja, seperti potongan arang, tetapi mengandung komponen kehidupan itu sendiri. Belum lama ini, sebuah penelitian yang diterbitkan pada Selasa (21/3), para ilmuwan telah menemukan senyawa kimia urasil, salah satu bahan penyusun RNA, hanya dalam 10 miligram bahan dari asteroid Ryugu.
Bukti ini adalah beberapa hasil penelitian terbaru dari analisis 5,4 gram batuan dan debu yang dikumpulkan oleh wahana antariksa Hayabusa-2 dari asteroid Ryugu. Hayabusa-2 diluncurkan pada 2014 dan kembali ke orbit Bumi pada akhir 2020 dengan kapsul berisi sampel dari asteroid.
Temuan ini mendukung teori lama bahwa kehidupan di Bumi mungkin telah muncul dari luar angkasa ketika asteroid menabrak planet kita yang membawa unsur-unsur mendasar, termasuk asam amino, yang mungkin telah terbentuk sejak di ruang angkasa.
Pada penelitian terbaru ini, tetesan air pertama yang ditemukan di asteroid dekat Bumi juga ditemukan di antara sampel. Penelitian baru itu yang diterbitkan di jurnal Nature Communications, mencari landasan kehidupan lain: nukleobasa RNA.
JIka DNA heliks ganda yberfungsi sebagai cetak biru genetik, RNA untai tunggal adalah pembawa pesan yang sangat penting yang mengubah instruksi yang terkandung dalam DNA. Seperti DNA, itu terdiri dari basa: adenin, guanin, sitosin, dan urasil.
Para ilmuwan sebelumnya telah menemukan beberapa atau semua unsur-unsur ini di berbagai asteroid yang mendarat di Bumi. Namun, mereka tidak bisa memastikan bahan kimia tersebut berasal dari luar angkasa atau terkontaminasi saat mereka mendarat.
"Karena setiap meteorit telah mendarat di permukaan bumi di mana mikroorganisme hadir di mana-mana, itu selalu membuat interpretasi tentang asal molekul penting secara biologis dalam meteorit menjadi lebih kompleks," kata Yasuhiro Oba, profesor di Universitas Hokkaido dan seorang penulis dari penelitian ini.
Seperti menyeduh Kopi
“Menguji sampel Ryugu adalah proses multifase yang dimulai dengan memasukkannya ke dalam air panas, seperti menyeduh kopi atau teh,“ kata Oba.
Asam kemudian diterapkan untuk mengekstraksi molekul yang dianalisis dengan alat yang sangat sensitif yang mampu mendeteksi jumlah kecil urasil yang ada.
“Penemuan ini menawarkan bukti kuat bahwa salah satu komponen RNA telah tersedia di Bumi. bahkan sebelum munculnya kehidupan", kata Oba kepada AFP.
"Kami berharap itu berperan dalam evolusi prebiotik dan kemungkinan munculnya kehidupan pertama," katanya. (M-3)
Keempat astronot yang terdiri dari Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, serta Christina Koch dan Jeremy Hansen.
NASA resmi menonaktifkan instrumen LECP pada Voyager 1. Langkah ini diambil untuk memperpanjang usia operasional wahana antariksa terjauh manusia tersebut.
Kenapa bulan bisa terlihat berbeda di tiap negara? Ternyata bukan berubah bentuk. Ini penjelasan ilmiah soal orientasi bulan yang sering bikin bingung.
Benarkah Tembok Besar Tiongkok terlihat dari luar angkasa? Simak fakta ilmiah dari astronot NASA dan sejarah asal-usul mitos populer ini.
Misi Artemis 2 NASA kirim 4 astronaut ke bulan dengan risiko tinggi, radiasi, kehilangan komunikasi, hingga ancaman kematian di luar angkasa.
Kebakaran tragis dalam kapsul Apollo 1 menewaskan tiga astronaut NASA dalam hitungan detik. Simak kronologi lengkap dan penyebab di balik insiden ini.
Ilmuwan Penn State berhasil membuktikan teori seabad lalu, puncak pohon mengeluarkan cahaya redup saat badai yang mampu membersihkan polusi udara.
Sains mampu mengubah pendekatan kesehatan dari sekadar pengobatan menjadi pencegahan yang proaktif, serta meningkatkan kualitas hidup pasien melalui inovasi berkelanjutan.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Setelah miliaran tahun, JADES-ID1 akan berevolusi dari protogugus menjadi gugus galaksi masif seperti yang kita lihat jauh lebih dekat dengan Bumi.
LEBIH dari 204.000 siswa madrasah dari seluruh Indonesia mengikuti seleksi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved