Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Teleskop luar angkasa Hubble milik NASA mengabadikan proses 'benturan' tiga galaksi di konstelasi Bootes yang kelak akan bergabung menjadi satu galaksi terang yang sangat besar.
Dilansir dari Space pada Selasa (21/2), kejadian tabrakan tiga galaksi ini terbilang langka, khususnya karena masing-masing galaksi tengah berproses melahirkan bintang-bintang baru.
Gambar dari Hubble menunjukkan tiga galaksi, yang secara kolektif dikenal sebagai SDSSCGB 10189. Penyatuan akan terjadi ketika tiga galaksi secara perlahan saling menarik satu sama lain hingga akhirnya mereka berdekatan, lalu mereka saling merobek satu sama lain akibat tarikan gaya gravitasi masing-masing galaksi. Bentuk galaksi sudah terdistorsi dan untaian gas dan debu terlihat menghubungkannya.
Gambar SDSSCGB 10189 berisi tiga galaksi besar pembentuk bintang hanya berjarak 50.000 tahun cahaya satu sama lain. Meskipun ini mungkin tampak seperti jarak yang sangat jauh dan tidak banyak menyebabkan bahaya, dalam istilah kosmik, sebenarnya jarak itu relatif sangat dekat.
Sebagai pembanding, Andromeda yang merupakan galaksi terdekat dengan galaksi kita, Bima Sakti, sebenarnya berjarak lebih dari 2,5 juta tahun cahaya dari Matahari yang merupakan pusat Bima Sakti.
Gambar baru dari teleskop luar angkasa Hubble yang menunjukkan proses tabrakan dan gabungan tiga galaksi itu merupakan bagian dari penyelidikan tentang asal-usul galaksi terbesar dan paling masif di alam semesta yang disebut Brightest Cluster Galaxies (BCGs).
Pembentukan BCG dimulai saat galaksi besar menelan galaksi yang lebih kecil atau ketika galaksi kaya gas, seperti trio galaksi ini bertabrakan dan bergabung. Gugus galaksi semacam itu dapat digunakan untuk melacak pembentukan gugus galaksi, yang merupakan struktur kosmik sangat besar terdiri dari ratusan atau bahkan ribuan galaksi.
Meksipun masih ada perdebatan terkait BCG dan kapan terbentuknya alam semesta mereka terbentuk dalam 13,8 miliar tahun lalu, akan tetapi beberapa astronom berpendapat bahwa galaksi terang masif ini terbentuk pada zaman awal alam semesta ketika usianya sekitar 19 persen dari usianya saat ini.
Para astronom berharap, BCG bisa memberikan petunjuk tentang evolusi mengenai "jaring kosmik" yakni sebuah struktur rumpun dan filamen materi kusut yang dibentuk oleh materi gelap dan menghubungkan galaksi individu dalam sebuah gugus.
Sementara itu, astronom lain berspekulasi bahwa BCG masih terbentuk dan berkembang hingga saat ini. Penggabungan SDSSCGB 10189 dapat menghasilkan kelahiran BCG. Parastronom juga berkeyakinan proses penggabungan ini bisa mengungkap misteri terbentuknya galaksi yang terang dan masif tersebut. (M-2)
Astronom berhasil memetakan Supercluster Vela yang selama ini tersembunyi. Memiliki massa 30 kuadriliun matahari, struktur ini jadi salah satu objek terbesar di alam semesta.
Simulasi kosmologis HyperMillennium menjadi yang terbesar di dunia, membantu ilmuwan memahami evolusi alam semesta, materi gelap, dan pembentukan galaksi.
Instrumen DESI berhasil memetakan 47 juta galaksi untuk menyelidiki energi gelap. Temuan awal menunjukkan potensi pergeseran paradigma dalam ilmu kosmologi.
Menggunakan data misi Gaia, ilmuwan menemukan 87 kandidat aliran bintang (stellar streams) baru. Penemuan ini menjadi kunci memetakan materi gelap.
Peneliti menemukan bukti baru ekspansi alam semesta mungkin lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. Apakah ini jawaban atas perdebatan panjang para astronom?
Peneliti berhasil memetakan medan magnet galaksi Bima Sakti secara mendalam. Terungkap adanya anomali unik di Lengan Sagitarius yang mengalir berlawanan arah.
NASA bersiap meluncurkan Teleskop Nancy Grace Roman untuk selidiki energi gelap dan cari eksoplanet.
Teleskop Hubble NASA mendeteksi bintang katai putih 260 tahun cahaya dari Bumi sedang menghancurkan objek mirip Pluto yang 64% terdiri dari es air.
Galaksi spiral IC 3225, yang berjarak 100 juta tahun cahaya dari Bumi dan merupakan bagian dari Gugus Virgo, menampilkan bentuk ekor gas yang unik akibat tekanan ram.
Sebuah model baru yang dikembangkan ilmuwan menyarankan energi gelap awal dapat menjadi kunci untuk memecahkan dua masalah utama dalam kosmologi.
Tim peneliti internasional yang dipimpin ilmuwan dari Universitas Stockholm berhasil mengidentifikasi lebih banyak lubang hitam di alam semesta awal dengan teleskop Hubble milik NASA.
Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA/ESA berhasil menangkap gambar galaksi spiral IC 4709 yang terletak 240 juta tahun cahaya dari Bumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved