NASA Siap Pamerkan Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman: Penerus Hubble yang Lebih Canggih

Thalatie K Yani
22/4/2026 11:31
NASA Siap Pamerkan Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman: Penerus Hubble yang Lebih Canggih
NASA bersiap meluncurkan Teleskop Nancy Grace Roman untuk selidiki energi gelap dan cari eksoplanet. (NASA)

NASA bersiap memperkenalkan teleskop antariksa terbarunya, Nancy Grace Roman Space Telescope, ke publik, Selasa (21/4/2026) waktu setempat. Teleskop yang dirakit di Goddard Space Flight Center, Maryland ini, diproyeksikan menjadi "mata" baru bagi umat manusia untuk mengungkap misteri pembentukan alam semesta.

Setelah melewati serangkaian pengujian pra-peluncuran yang ketat, teleskop ini akan segera dikirim ke Kennedy Space Center, Florida. Jika tidak ada hambatan, Roman akan diluncurkan menggunakan roket SpaceX Falcon Heavy dalam rentang waktu antara musim gugur 2026 hingga Mei 2027.

Misi Berbiaya US$4 Miliar

Teleskop Nancy Grace Roman bukanlah proyek sembarangan. Dengan estimasi biaya pengembangan mencapai lebih dari US$4 miliar (Sekitar Rp70 Triliun), teleskop survei besar ini dirancang untuk menjawab pertanyaan fundamental tentang bagaimana alam semesta berevolusi.

Secara teknis, Roman memiliki cermin teleskop berukuran 2,4 meter, serupa dengan Teleskop Antariksa Hubble yang legendaris. Namun, perbedaannya terletak pada jangkauan pandangnya. Jika Hubble fokus pada detail objek secara mendalam, Roman memiliki bidang pandang 100 kali lebih luas. Hal ini memungkinkan para astronom memetakan struktur galaksi dalam skala besar serta menyelidiki fenomena energi gelap dan materi gelap.

Memburu Eksoplanet Melalui Lensa Gravitasi

Selain memetakan evolusi alam semesta, teleskop ini memiliki misi khusus bernama Galactic Bulge Time-Domain Survey. Misi ini difokuskan pada pusat galaksi Bima Sakti untuk mencari eksoplanet atau planet di luar tata surya kita.

Metode yang digunakan adalah lensa gravitasi (gravitational lensing). Secara sederhana, cahaya bintang dari galaksi jauh dapat mengalami pembesaran sementara ketika ada objek masif lewat di depannya, sesuai dengan prinsip relativitas umum. Melalui metode ini, Roman akan melacak keberadaan planet melalui distorsi cahaya yang dihasilkan saat planet melintas di depan bintang induknya.

Konferensi Pers NASA

Sejumlah pejabat tinggi NASA dijadwalkan hadir dalam pengarahan di Goddard Space Flight Center untuk membahas kemajuan teleskop dan rencana sains ke depan. Para peserta yang terlibat antara lain:

  • Jared Isaacman, Administrator NASA
  • Nicky Fox, Associate Administrator Direktorat Misi Sains
  • Jamie Dunn, Manajer Proyek Teleskop Roman
  • Julie McEnery, Ilmuwan Proyek Senior Teleskop Roman

Peluncuran teleskop ini diharapkan menjadi lompatan besar bagi ilmu pengetahuan antariksa, memberikan data yang jauh lebih komprehensif dibandingkan pendahulu-pendahulunya dalam memahami cara kerja ruang dan waktu. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya