Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOTA kanal Venesia tengah berada di titik kritis dalam perjuangannya melawan kenaikan permukaan air laut. Sebuah analisis terbaru mengungkapkan bahwa sistem penghalang bergerak yang saat ini menjadi tumpuan utama Venesia hanya mampu melindungi kota tersebut untuk jangka waktu yang terbatas.
Penelitian yang dipimpin Profesor Piero Lionello dari Universitas Salento mengevaluasi sistem pertahanan Venesia berdasarkan skenario kenaikan air laut selama 200 tahun ke depan. Hasilnya mengkhawatirkan, begitu air laut naik melampaui batas tertentu, Venesia harus memilih antara strategi pertahanan yang jauh lebih ekstrem atau menghadapi kenyataan pahit untuk pindah ke daratan.
Sistem gerbang penghalang yang ada saat ini diprediksi masih efektif hingga kenaikan air laut mencapai sekitar 1,2 meter (empat kaki). Namun, efektivitas ini menuntut pengorbanan besar. Agar kota tetap kering, gerbang harus ditutup lebih lama dan lebih sering, yang justru merusak ekosistem laguna. Kurangnya pertukaran air laut mengancam kualitas air, populasi ikan, dan lahan basah yang merupakan bagian tak terpisahkan dari situs warisan dunia UNESCO ini.
Para peneliti menetapkan "titik kritis adaptasi", momen di mana pertahanan tidak lagi memenuhi tujuannya. Salah satu ambang batas awal akan tiba saat kenaikan mencapai 0,5 meter, di mana Venesia harus segera memutuskan langkah besar berikutnya.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports ini menguraikan empat jalur yang bisa ditempuh:
Tidak ada proposal yang mampu menyelamatkan semuanya sekaligus. Setiap pilihan menuntut pengorbanan, baik itu warisan budaya, pemukiman, lapangan kerja, maupun ekosistem.
"Analisis kami menunjukkan bahwa tidak ada strategi adaptasi yang optimal untuk Venesia," kata Robert J. Nicholls, profesor adaptasi iklim di University of East Anglia.
Relokasi, misalnya, diperkirakan bisa menelan biaya hingga US$108 miliar dan hanya akan menyelamatkan potongan-potongan Venesia, bukan kota yang utuh seperti yang kita kenal sekarang. Mengingat proyek infrastruktur besar membutuhkan waktu 30-50 tahun untuk dibangun, perencanaan harus dimulai jauh sebelum bencana benar-benar tiba.
Studi ini menjadi peringatan keras tidak hanya bagi Italia, tetapi juga bagi seluruh wilayah pesisir rendah di dunia. Apa yang terjadi selanjutnya akan sangat bergantung pada emisi global, anggaran, dan kesepakatan publik. Keputusan tersulitnya adalah menentukan apa yang harus dikorbankan demi menyelamatkan apa yang tersisa. (Earth/Z-2)
Pembentukan Satgas ini menjadi langkah strategis tindak lanjut Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 untuk memperkuat tata kelola kawasan konservasi secara menyeluruh.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Musim dingin yang terlalu hangat menyebabkan bunga gagal mekar sempurna dan merusak tradisi ribuan tahun.
Ibu kota India, New Delhi, mencatatkan suhu tertinggi 42,8 derajat Celsius pada Sabtu (25/4).
Ilmuwan Smithsonian (STRI) melaporkan kegagalan fenomena upwelling di Teluk Panama pada 2025 akibat angin yang melemah. Ancaman serius bagi ekosistem dan nelayan.
PEMAHAMAN dan mitigasi perubahan iklim menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya risiko krisis lingkungan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved