Masa Depan Venesia Terancam, Tanggul Saat Ini Tak Cukup Bendung Kenaikan Air Laut

Thalatie K Yani
21/4/2026 12:46
Masa Depan Venesia Terancam, Tanggul Saat Ini Tak Cukup Bendung Kenaikan Air Laut
Ilustrasi(Unsplash)

KOTA kanal Venesia tengah berada di titik kritis dalam perjuangannya melawan kenaikan permukaan air laut. Sebuah analisis terbaru mengungkapkan bahwa sistem penghalang bergerak yang saat ini menjadi tumpuan utama Venesia hanya mampu melindungi kota tersebut untuk jangka waktu yang terbatas.

Penelitian yang dipimpin Profesor Piero Lionello dari Universitas Salento mengevaluasi sistem pertahanan Venesia berdasarkan skenario kenaikan air laut selama 200 tahun ke depan. Hasilnya mengkhawatirkan, begitu air laut naik melampaui batas tertentu, Venesia harus memilih antara strategi pertahanan yang jauh lebih ekstrem atau menghadapi kenyataan pahit untuk pindah ke daratan.

Batas Kemampuan Tanggul Saat Ini

Sistem gerbang penghalang yang ada saat ini diprediksi masih efektif hingga kenaikan air laut mencapai sekitar 1,2 meter (empat kaki). Namun, efektivitas ini menuntut pengorbanan besar. Agar kota tetap kering, gerbang harus ditutup lebih lama dan lebih sering, yang justru merusak ekosistem laguna. Kurangnya pertukaran air laut mengancam kualitas air, populasi ikan, dan lahan basah yang merupakan bagian tak terpisahkan dari situs warisan dunia UNESCO ini.

Para peneliti menetapkan "titik kritis adaptasi", momen di mana pertahanan tidak lagi memenuhi tujuannya. Salah satu ambang batas awal akan tiba saat kenaikan mencapai 0,5 meter, di mana Venesia harus segera memutuskan langkah besar berikutnya.

4 Skenario Masa Depan Venesia

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports ini menguraikan empat jalur yang bisa ditempuh:

  1. Adaptasi Lanjutan: Terus mengoptimalkan sistem yang ada, meski risikonya terhadap ekosistem sangat tinggi.
  2. Tanggul Cincin (Ring Dikes): Membangun tembok baru yang melingkari pusat sejarah dan pulau-pulau sekitarnya. Opsi ini lebih murah daripada relokasi, namun akan memutus hubungan harian antara Venesia dan air yang mengelilinginya.
  3. Menutup Laguna: Mengubah perairan Venesia menjadi danau pesisir yang dikelola di balik bendungan permanen. Cara ini bisa melindungi kota dari kenaikan hingga 10 meter, namun ekosistem asli laguna dipastikan akan mati.
  4. Relokasi (Retreat): Jika air laut naik lebih dari 4,5 meter, pilihan terakhir adalah memindahkan monumen bersejarah ke daratan dan meninggalkan sebagian kota Venesia.

Pilihan Sulit Tanpa Solusi Ideal

Tidak ada proposal yang mampu menyelamatkan semuanya sekaligus. Setiap pilihan menuntut pengorbanan, baik itu warisan budaya, pemukiman, lapangan kerja, maupun ekosistem.

"Analisis kami menunjukkan bahwa tidak ada strategi adaptasi yang optimal untuk Venesia," kata Robert J. Nicholls, profesor adaptasi iklim di University of East Anglia.

Relokasi, misalnya, diperkirakan bisa menelan biaya hingga US$108 miliar dan hanya akan menyelamatkan potongan-potongan Venesia, bukan kota yang utuh seperti yang kita kenal sekarang. Mengingat proyek infrastruktur besar membutuhkan waktu 30-50 tahun untuk dibangun, perencanaan harus dimulai jauh sebelum bencana benar-benar tiba.

Studi ini menjadi peringatan keras tidak hanya bagi Italia, tetapi juga bagi seluruh wilayah pesisir rendah di dunia. Apa yang terjadi selanjutnya akan sangat bergantung pada emisi global, anggaran, dan kesepakatan publik. Keputusan tersulitnya adalah menentukan apa yang harus dikorbankan demi menyelamatkan apa yang tersisa. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya