Riset: 74,6% Konsumen Indonesia Gunakan AI untuk Cari Produk

Basuki Eka Purnama
16/4/2026 09:25
Riset: 74,6% Konsumen Indonesia Gunakan AI untuk Cari Produk
Ilustrasi(Freepik)

LANSKAP perilaku konsumen di Indonesia mengalami pergeseran fundamental seiring dengan masifnya adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). Sebuah riset berskala besar bertajuk The Rise of AI-Assisted Consumer Information Search mengungkapkan bahwa mayoritas konsumen kini mengandalkan AI sebagai asisten pribadi dalam mencari informasi produk sebelum melakukan transaksi.

Riset yang melibatkan 1.596 responden dari berbagai provinsi di Indonesia ini dilakukan oleh Dedy Budiman, Champion Sales Trainer sekaligus mahasiswa doktoral Universitas Prasetiya Mulya.

Survei yang digelar pada 3–13 Maret 2026 ini menunjukkan bahwa 74,6% konsumen Indonesia sudah menggunakan platform AI seperti ChatGPT, Gemini, hingga Perplexity untuk riset produk.

Bahkan, sebanyak 26,4% responden telah menjadikan AI sebagai bagian rutin dalam proses pengambilan keputusan pembelian mereka. Hal ini mempertegas bahwa mencari informasi sebelum membeli telah menjadi kebiasaan universal bagi 98,7% masyarakat Indonesia.

MI/HO--Dedy Budiman, Champion Sales Trainer sekaligus mahasiswa doktoral Universitas Prasetiya Mulya.

Dominasi Platform dan Titik Awal Pencarian

Meskipun AI tumbuh pesat, media sosial masih memegang takhta sebagai pintu masuk utama pencarian informasi. Namun, gabungan platform berbasis AI mulai mengancam posisi mesin pencari konvensional seperti Google.

Platform Pertama yang Digunakan Persentase (%)
Media Sosial (TikTok, Instagram, YouTube) 39,3%
Marketplace (Shopee, Tokopedia, Lazada) 27,1%
Google (Konvensional) 15,7%
Platform Berbasis AI (Gabungan) 15,2%

Fenomena Silver Surfer Paradox

Salah satu temuan paling mengejutkan adalah tingginya adopsi AI di kalangan senior, yang dipopulerkan dengan istilah Silver Surfer Paradox. Berbeda dengan asumsi umum bahwa anak muda adalah pionir teknologi, riset ini justru menunjukkan kelompok usia 55 tahun ke atas memiliki tingkat adopsi AI-first tertinggi.

Kelompok Usia Tingkat Penggunaan AI Tinggi
45 – 54 Tahun 36,7%
55 Tahun ke Atas 30,4%
17 – 24 Tahun 19,5%

“Para profesional senior dan pengambil keputusan lebih cepat mengadopsi AI karena mereka menghadapi keputusan pembelian yang kompleks, seperti produk kesehatan, jasa keuangan, hingga properti,” jelas Dedy Budiman.

AI Sebagai Penjaga Gerbang Brand

AI kini berperan sebagai kurator yang menentukan visibilitas sebuah merek. Sebanyak 52,7% responden mengaku terpengaruh oleh rekomendasi brand yang diberikan oleh AI. Di kalangan pengguna berat (heavy users), angka pengaruh ini melonjak hingga 71,1%.

Alasan utama konsumen beralih ke AI meliputi:

  • Jawaban langsung dan ringkas tanpa perlu membuka banyak tautan (34,5%).
  • Lebih cepat dan hemat waktu (25,4%).
  • Jawaban lebih personal dan relevan dengan konteks (19,5%).

Profil Pengguna dan Kategori Produk

Riset ini juga memetakan bahwa pengguna AI cenderung berasal dari kalangan berpendidikan tinggi dan memiliki jabatan strategis. Direktur dan C-Level mencatat adopsi AI-first sebesar 25,9%, sementara karyawan level staf lebih banyak bergantung pada media sosial (48,1%).

Adapun kategori produk yang paling sering dicari melalui bantuan teknologi ini adalah:

  1. Elektronik & Gadget (22,8%)
  2. Fashion & Pakaian (21,9%)
  3. Kecantikan & Skincare (14,5%)
  4. Kesehatan (10,0%)
  5. Kendaraan/Otomotif (8,8%)

Implikasi Bisnis: Dari SEO ke GEO

Menanggapi temuan ini, dunia bisnis diimbau untuk tidak hanya terpaku pada Search Engine Optimization (SEO), tetapi mulai merambah Generative Engine Optimization (GEO). Strategi ini bertujuan memastikan informasi brand akurat dan tersedia di platform yang menjadi sumber referensi AI.

Brando Tengdom, Ketua Umum Sales Director Indonesia (SDI), dan Indra Hadiwidjaja, Ketua KOMISI, sepakat bahwa tenaga penjualan harus beradaptasi. "Pelanggan kini datang dengan informasi yang sudah dikurasi oleh AI. Sales yang tidak beradaptasi akan tertinggal," tegas Indra. (Z-1)

Catatan Riset: Survei dilakukan secara daring terhadap 1.596 responden dari jaringan profesional SDI, KOMISI, AGMARI, dan korporasi nasional pada periode Maret 2026.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya