FBI Bisa Baca Obrolan Terenskripsi, Kebebasan Berpendapat Terancam

Abi Rama
11/4/2026 11:38
FBI Bisa Baca Obrolan Terenskripsi, Kebebasan Berpendapat Terancam
ilustrasi(Freepik)

Federal Bureau of Investigation (FBI) dilaporkan mampu mengakses dan membaca percakapan dalam grup privat aplikasi Signal milik aktivis hak imigran di New York, Amerika Serikat. Temuan ini berasal dari dokumen penegak hukum yang diperoleh organisasi transparansi Property of the People dan dilaporkan oleh The Guardian. Dalam laporan tersebut, FBI bersama New York Police Department (NYPD) bahkan mengutip isi percakapan dalam grup bernama courtwatch.

FBI menyebut informasi tersebut berasal dari “sumber sensitif dengan akses sangat baik”, meski tidak menjelaskan secara rinci bagaimana mereka bisa melaakukan penyadapan atau masuk ke dalam grup yang bersifat privat dan terenkripsi tersebut.

Bagaimana FBI Bisa Mengakses Signal?

Signal dikenal menggunakan enkripsi end-to-end, yang secara teori membuat pesan hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerima. Karena itu, muncul pertanyaan besar soal bagaimana aparat bisa mengakses percakapan tersebut. Secara umum, akses semacam ini hanya mungkin terjadi jika aparat ikut masuk ke dalam grup, menerima tangkapan layar dari anggota, atau memperoleh akses ke perangkat pengguna.

Grup chat yang dipantau merupakan bagian dari gerakan courtwatch, yaitu relawan yang memantau sidang di pengadilan imigrasi. Aktivitas ini meningkat seiring kebijakan penegakan imigrasi oleh Immigration and Customs Enforcement yang dinilai semakin agresif.

Dalam laporannya, FBI menyoroti percakapan yang berisi koordinasi kehadiran di pengadilan serta pengumpulan dokumentasi aktivitas aparat. FBI juga mengklaim adanya diskusi terkait peningkatan aktivitas di sekitar fasilitas federal. Namun, laporan tersebut menuai kritik karena menyebut para aktivis sebagai aktor ekstremis anarkis yang berpotensi melakukan kekerasan tanpa bukti rinci.

Praktik yang Dikritik Keras

Brad Lander, pejabat Kota New York yang juga aktif dalam courtwatch, mengecam keras praktik ini. Ia menyatakan bahwa pengawasan tersebut mengingatkan pada metode lama FBI. Lander menilai taktik itu diambil langsung dari gaya J. Edgar Hoover, yang dikenal luas karena memata-matai aktivis. Ia juga menegaskan bahwa memantau sidang pengadilan adalah tindakan sah dan damai.

“Mengamati sidang imigrasi adalah tindakan legal dan non-kekerasan," ujar Lander dikutip dari The Guardian.

Lander menambahkan bahwa tujuan courtwatch adalah untuk memastikan transparansi dan mencegah pelanggaran hak hukum. Ia menegaskan bahwa pengawasan dan intimidasi tidak akan menghentikan kami untuk melindungi masyarakat dan supremasi hukum.

Mengancam Kebebas Berpendapat

Pandangan serupa disampaikan advokat kebebasan sipil, Spencer Reynolds. Ia menilai laporan FBI merupakan bagian dari tren kriminalisasi aktivitas kebebasan berpendapat di Amerika Serikat.

“aktivitas ini sah dan dilindungi konstitusi, tetapi justru sering digambarkan sebagai ancaman oleh aparat," ujar Reynolds.

Reynolds juga memperingatkan bahwa pengawasan semacam ini berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan di antara aktivis dan merusak ruang diskusi privat. Reynolds membandingkan situasi ini dengan praktik FBI di masa lalu, seperti penyusupan dalam gerakan hak sipil pada 1960-an dan pemantauan komunitas Muslim setelah peristiwa serangan September 11. Ia menilai pola tersebut menunjukkan bagaimana lembaga keamanan dapat digunakan untuk memantau kelompok sipil yang kritis terhadap pemerintah. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya