Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GERHANA matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026, bertepatan dengan fase bulan baru. Fenomena astronomi ini dapat diamati di sejumlah wilayah dunia, mulai dari Amerika Selatan, Afrika bagian selatan, hingga kawasan Samudra Pasifik, Atlantik, dan Hindia, serta mencakup sebagian besar wilayah Antartika.
Sayangnya wilayah Indonesia tidak termasuk daerah yang dapat menyaksikan gerhana matahari cincin tersebut. Baik itu fase cincin maupun fase sebagian.
Pada fase awal, Bulan mulai menutupi sebagian piringan Matahari hingga membentuk fenomena gerhana. Berikut urutan lengkap fase gerhana matahari cincin 17 Februari 2026, berdasarkan waktu universal (UTC) dan Waktu Indonesia Barat (WIB):
Secara keseluruhan, gerhana matahari cincin ini diperkirakan berlangsung selama sekitar 271 menit, dengan fase maksimum memperlihatkan fenomena “cincin api” selama kurang lebih 2 menit 20 detik.
Gerhana matahari cincin pada 17 Februari 2026 menjadi pembuka rangkaian peristiwa gerhana, sebelum terjadinya gerhana bulan total yang diprediksi berlangsung pada 3 Maret 2026 dan dapat diamati dari Indonesia.
Selain itu, fase bulan baru pada tanggal tersebut juga bertepatan dengan momen penting, yakni Tahun Baru Imlek serta penanda awal penentuan bulan Ramadan.
Gerhana ini terjadi ketika Bulan berada di titik simpul naik orbitnya, dengan posisi Bulan berada dekat jarak rata-rata dari Bumi. Data astronomi mencatat Bulan telah melewati fase apogee atau titik terjauh dari Bumi pada 10 Februari 2026, dan akan bergerak menuju perigee pada 24 Februari 2026.
Kondisi tersebut membuat ukuran tampak Bulan menjadi sedikit lebih kecil, sehingga tidak cukup besar untuk menutupi Matahari secara penuh. Akibatnya, bayangan inti atau umbra Bulan tidak mencapai permukaan Bumi.
Pada saat Bulan melintas di depan Matahari dalam kondisi ini, cahaya Matahari tetap terlihat mengelilingi Bulan, membentuk tampilan menyerupai cincin. Fenomena inilah yang dikenal sebagai gerhana matahari cincin, merujuk pada cincin cahaya Matahari yang masih tampak selama peristiwa berlangsung.
Fase cincin gerhana matahari 17 Februari 2026 hanya dapat diamati dari wilayah Antartika. Jalur bayangan inti Bulan tidak melintasi kawasan dengan populasi besar, sehingga jumlah pengamat yang dapat menyaksikan fase cincin secara langsung sangat terbatas.
Selain Antartika, sejumlah wilayah di bagian selatan Amerika Selatan dan Afrika masuk dalam zona pengamatan gerhana, meski tidak semuanya dapat melihat fase cincin secara sempurna. Negara dan wilayah yang berpotensi melakukan pengamatan gerhana antara lain:
Sementara itu, Indonesia berada jauh dari jalur bayangan Bulan. Sehingga masyarakat di Tanah Air tidak dapat menyaksikan gerhana matahari cincin maupun fase gerhana sebagian pada peristiwa ini.
Gerhana matahari cincin berbeda dengan gerhana matahari total, karena tidak memiliki fase totalitas ketika Matahari sepenuhnya tertutup Bulan. Oleh sebab itu, mengamati gerhana ini secara langsung dengan mata telanjang sangat berbahaya.
Para astronom mengingatkan melihat Matahari, meski sedang mengalami gerhana, tetap berisiko merusak mata. Pengamatan hanya boleh dilakukan menggunakan pelindung mata khusus dengan filter Matahari yang sesuai standar keselamatan. (Media Indonesia/Z-2)
KLAIM yang menyebutkan bahwa Bumi akan mengalami kegelapan total selama beberapa menit pada Agustus 2027 sempat ramai beredar di media sosial.
Pada 2 Agustus 2027 mendatang, bulan akan berada tepat di antara Bumi dan Matahari, sehingga menutupi cahaya Matahari sepenuhnya di wilayah tertentu.
Secara keseluruhan, durasi gerhana dari awal fase penumbra hingga akhir akan berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik. Adapun durasi khusus pada fase totalitas
BERBEDA dari tahun 2025 yang terasa kurang meriah akan fenomena gerhana matahari, tahun 2026 hingga 2028 nanti Bumi akan mengalami rangkaian gerhana ganda.
Tempat terbaik untuk menyaksikan gerhana matahari cincin ini akan terletak pada Stasiun Concordia yang merupakan stasiun penelitian gabungan Prancis-Italia
Badan Antariksa Eropa (ESA) membuka proyek sains warga Space Warps. Publik diajak mencari lensa gravitasi langka dalam data Teleskop Euclid yang belum pernah dipublikasikan.
Peneliti ungkap bagaimana materi gelap membantu pembentukan lubang hitam supermasif di awal semesta, memecahkan misteri temuan teleskop James Webb.
Astronom berhasil memetakan Supercluster Vela yang selama ini tersembunyi. Memiliki massa 30 kuadriliun matahari, struktur ini jadi salah satu objek terbesar di alam semesta.
Asteroid Apophis akan melintas dekat Bumi pada 13 April 2029. NASA memastikan aman, sekaligus jadi peluang langka untuk penelitian kosmik.
Asteroid 99942 Apophis akan melintas sangat dekat ke Bumi pada 13 April 2029. NASA memastikan tidak ada ancaman tabrakan dalam 100 tahun ke depan.
Okultasi asteroid Strenua akan terjadi 26 April 2026 pukul 19.41 WIB. Fenomena “gerhana bintang” ini langka dan dapat diamati dari Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved