Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Klaim yang beredar tahun lalu di media sosial menyebutkan bahwa Bumi akan mengalami kegelapan total selama beberapa menit pada Agustus 20207 mendatang. Informasi ini menimbulkan kekhawatiran sekaligus rasa penasaran publik. Namun, faktanya klaim tersebut tidak sepenuhnya benar.
Mengutip laporan dari Space.com, fenomena yang dimaksud sebenarnya adalah gerhana Matahari total yang akan terjadi pada 2 Agustus 2027, bukan pada Agustus tahun ini. Selain itu, tidak mungkin seluruh permukaan Bumi mengalami kegelapan secara bersamaan.
Pada 2 Agustus 2027 mendatang, bulan akan berada tepat di antara Bumi dan Matahari, sehingga menutupi cahaya Matahari sepenuhnya di wilayah tertentu. Kondisi ini disebut sebagai gerhana Matahari total.
Saat puncak gerhana, wilayah yang dilalui jalur totalitas akan mengalami kegelapan selama maksimal 6 menit 22 detik. Meski disebut “gelap”, suasana yang terjadi sebenarnya lebih mirip senja dengan cahaya redup di seluruh horizon, bukan gelap total seperti malam hari.
Fenomena ini menjadi istimewa karena durasi totalitasnya merupakan yang terlama di daratan sepanjang abad ke-21, sehingga kerap dijuluki sebagai “gerhana abad ini”.
Meski terdengar dramatis, gerhana ini hanya terjadi di jalur sempit yang disebut jalur totalitas. Pada 2027, jalur tersebut diperkirakan memiliki lebar sekitar 258 kilometer dan membentang sepanjang 15.227 kilometer di permukaan Bumi.
Wilayah yang akan dilalui jalur ini mencakup 11 negara, terutama di Afrika Utara dan Timur Tengah, seperti Spanyol, Maroko, Mesir, hingga Arab Saudi. Di luar jalur tersebut, masyarakat hanya akan melihat gerhana sebagian atau bahkan tidak melihatnya sama sekali. Dengan kata lain, sebagian besar wilayah dunia, termasuk Indonesia tidak akan mengalami gelap total.
Perlu diluruskan, tidak ada gerhana Matahari yang terjadi pada Agustus tahun ini. Gerhana terdekat adalah gerhana Matahari parsial yang akan berlangsung pada 21 September, yang hanya dapat diamati dari wilayah tertentu seperti Samudra Pasifik dan Antarktika.
Meski diselimuti informasi yang dinilai menyesatkan, gerhana Matahari total 2 Agustus 2027 tetap menjadi fenomena astronomi yang sangat dinantikan. Selain langka, durasi totalitasnya menjadikannya salah satu yang paling spektakuler dalam beberapa dekade terakhir.
Sumber: Space.com
Bayangkan jika Matahari tiba-tiba hilang. Dari kegelapan total dalam 8 menit hingga Bumi yang membeku, inilah skenario ilmiah kiamat tanpa sang surya.
KLAIM yang menyebutkan bahwa Bumi akan mengalami kegelapan total selama beberapa menit pada Agustus 2027 sempat ramai beredar di media sosial.
Secara keseluruhan, durasi gerhana dari awal fase penumbra hingga akhir akan berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik. Adapun durasi khusus pada fase totalitas
BERBEDA dari tahun 2025 yang terasa kurang meriah akan fenomena gerhana matahari, tahun 2026 hingga 2028 nanti Bumi akan mengalami rangkaian gerhana ganda.
Tempat terbaik untuk menyaksikan gerhana matahari cincin ini akan terletak pada Stasiun Concordia yang merupakan stasiun penelitian gabungan Prancis-Italia
Gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026. Simak fase, waktu puncak, lokasi pengamatan, dan alasan Indonesia tidak bisa menyaksikannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved