Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan sejumlah fenomena astronomi menarik yang dapat diamati sepanjang tahun 2025. Salah satu fenomena langit yang cukup istimewa adalah parade planet yang diperkirakan terjadi pada Januari mendatang, mulai dari parade planet hingga hujan meteor.
Fenomena ini memungkinkan kita melihat lima planet Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, dan Uranus seolah-olah berjajar dalam satu garis lurus di langit malam.
"Parade planet ini terlihat ketika planet-planet tampak berjajar di langit dalam satu waktu yang bersamaan dari perspektif Bumi," kata Peneliti Ahli Pertama dari Pusat Riset Antariksa BRIN Gerhana Puannandra Putri, Senin (2/12).
Namun, ia menjelaskan bahwa hanya empat planet yang dapat diamati dengan mata telanjang, yaitu Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus. Uranus terlalu redup sehingga sulit dibedakan dari bintang-bintang lain.
Fenomena ini jarang terjadi karena biasanya planet-planet tidak dapat terlihat bersamaan dalam satu malam. "Misalnya, kalau ingin mengamati Venus biasanya malam ini. Nanti kalau ingin melihat Jupiter, kita harus menunggu dua atau tiga bulan lagi. Tetapi pada saat parade planet, semuanya bisa diamati dalam satu malam," tambahnya.
Selain parade planet, tahun 2025 juga akan dipenuhi oleh berbagai hujan meteor yang menghiasi langit malam. Hujan meteor quadrantid, misalnya, akan tampak mulai akhir Desember hingga pertengahan Januari.
"Fenomena ini terlihat di langit bagian utara, di sekitar rasi Ursa Mayor. Ini bisa diamati pada malam-malam awal tahun depan," jelas Gerhana.
Di bulan April, hujan meteor lyrids muncul di sekitar rasi lyra berasal dari sisa-sisa komet thatcher. "Batuan yang jatuh dari hujan meteor ini berasal dari sisa-sisa komet thatcher. Fenomena ini juga terjadi di langit bagian utara," kata dia.
Di bulan yang sama, hujan meteor eta aquarids terlihat di rasi aquarius, dengan batuannya yang berasal dari sisa-sisa komet halley. Fenomena ini berlanjut hingga Mei.
Kemudian, pada Juli hingga Agustus, langit malam akan diterangi oleh hujan meteor perseids, yang berasal dari rasi perseus dan cassiopeia.
Selanjutnya, hujan meteor draconids dan orionids hadir pada Oktober, masing-masing di sekitar rasi draco dan orion. "Kalau hujan meteor orionids, dari namanya kita bisa tahu dia ada di sekitar rasi orion," tambahnya.
Hujan meteor leonids yang berasal dari rasi leo dapat diamati pada Februari. Sementara itu, di akhir tahun, hujan meteor geminids muncul di sekitar rasi gemini, memuncaki tahun dengan pemandangan yang luar biasa.
Gerhana menjelaskan bahwa meskipun semua hujan meteor terlihat serupa, perbedaan utama terletak pada asal-usul batuan meteornya, lokasi rasi bintang yang menjadi latar belakang, serta jumlah meteor yang dapat terlihat dalam satu malam.
"Kalau kita lihat secara langsung, hujan meteor semuanya terlihat seperti sekilas cahaya. Yang membedakan adalah asal-usul batuannya dan lokasinya. Misalnya, kalau dia di depan rasi Leo, kita menyebutnya hujan meteor Leonids," terangnya. (Z-9)
Fenomena langit Mei 2026 menghadirkan hujan meteor Eta Aquarid hingga Blue Moon langka. Simak jadwal lengkap dan cara terbaik melihatnya di sini.
Hujan meteor Lyrid diperkirakan mencapai puncak pada malam ini hingga dini hari. Simak waktu terbaik pengamatan, kondisi langit, dan tips melihatnya dari Indonesia.
Hujan meteor Lyrid 2026 capai puncak 22-23 April. Simak waktu terbaik, cara melihat, dan lokasi ideal untuk menikmati fenomena langit ini tanpa alat.
Kenapa bulan bisa terlihat berbeda di tiap negara? Ternyata bukan berubah bentuk. Ini penjelasan ilmiah soal orientasi bulan yang sering bikin bingung.
Menurut NASA, komet merupakan benda langit yang tersusun dari es, debu, dan batuan yang dapat menghasilkan ekor terang saat mendekati Matahari akibat pemanasan intens.
Profesor BRIN Thomas Djamaluddin memastikan benda langit viral di Lampung dan Banten pada 4 April adalah sampah roket Tiongkok CZ-3B yang terbakar di atmosfer. Simak kronologinya!
Jelajahi daftar fenomena langit April 2026 di Indonesia, mulai dari Pink Moon, Elongasi Merkurius, hingga puncak Hujan Meteor Lyrid yang memukau.
Panduan lengkap cara melihat parade 6 planet sejajar pada Februari 2026 di Indonesia. Waktu terbaik, lokasi, dan alat yang dibutuhkan. Cek di sini!
Fenomena langka parade 6 planet (Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, Jupiter) hiasi langit Indonesia Maret 2026. Cek waktu & cara melihatnya di sini!
Update terbaru Jupiter Maret 2026: NASA ungkap Jupiter lebih kecil dan gepeng dari perkiraan. Cek juga jadwal parade planet dan pendekatan komet antarbintang.
Pada 28 Februari, enam planet akan muncul sesaat setelah matahari terbenam. Enam planet tersebut, yaitu Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter.
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved