Malam Ini Puncak Hujan Meteor Lyrid, Ini Jam Terbaik untuk Melihatnya!

Abi Rama
22/4/2026 20:15
Malam Ini Puncak Hujan Meteor Lyrid, Ini Jam Terbaik untuk Melihatnya!
Jadwal puncak hujan meteor Lynd.(Dok. Freepik)

LANGIT malam Indonesia kembali menghadirkan fenomena menarik. Hujan meteor Lyrid, salah satu peristiwa astronomi tahunan yang paling ditunggu, diperkirakan mencapai puncaknya pada malam ini hingga dini hari.

Momen ini menjadi kesempatan istimewa bagi pecinta langit untuk menyaksikan kilatan meteor yang melesat cepat di angkasa. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Medcom, puncak aktivitas hujan meteor Lyrid 2026 diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Kamis (23/4) dini hari.

Periode aktif dan waktu terbaik pengamatan

Hujan meteor Lyrid telah aktif sejak 16 April dan akan berlangsung hingga 25 April 2026. Namun, malam ini menjadi waktu paling ideal untuk mengamatinya karena aktivitas meteor diperkirakan berada di titik tertinggi.

Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, fenomena ini mulai bisa diamati sejak pukul 22.10 WIB, ketika titik radian mulai terbit di ufuk timur. Hujan meteor lalu berlangsung sepanjang malam hingga menjelang fajar sekitar pukul 05.29 WIB.

Waktu terbaik untuk melakukan pengamatan diperkirakan sekitar pukul 04.00 WIB. Pada saat itu, titik radian berada lebih tinggi di langit sehingga peluang melihat meteor menjadi lebih besar. Dalam kondisi langit cerah, pengamat berpeluang menyaksikan sekitar 13 meteor per jam.

Kondisi langit cukup mendukung

Kondisi pengamatan pada puncak hujan meteor Lyrid tahun ini tergolong cukup baik. Fase Bulan yang berada pada kuartal pertama dinilai tidak terlalu mengganggu jarak pandang, sehingga langit masih relatif gelap untuk mengamati meteor.

Meteor terlihat saat partikel debu luar angkasa memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi. Gesekan dengan atmosfer memunculkan panas ekstrem yang menghasilkan kilatan cahaya di langit. Meski tampak sangat dekat, Bumi sebenarnya hanya melintasi jejak debu yang ditinggalkan komet di sepanjang orbitnya.

Agar pengamatan lebih maksimal, masyarakat disarankan memilih lokasi minim polusi cahaya, seperti area pedesaan, pantai, atau dataran tinggi.

Selain itu, mata sebaiknya diberi waktu beradaptasi dengan kegelapan selama sekitar 10 hingga 15 menit. Dengan begitu, meteor yang tampak redup akan lebih mudah terlihat.

Pengamat juga tidak disarankan menatap langsung ke titik radian. Sebaiknya arahkan pandangan ke area langit di sekitarnya, sekitar 30 hingga 40 derajat dari titik tersebut, agar peluang melihat meteor lebih besar.

Dengan kondisi pengamatan yang cukup mendukung dan puncak fenomena terjadi malam ini, hujan meteor Lyrid menjadi momen langka yang sayang untuk dilewatkan. Bagi yang bersedia begadang, fenomena ini bisa menjadi pengalaman berkesan untuk menikmati keindahan langit malam. (Medcom/Z-20)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya