Fakta Menarik Hujan Meteor Lyrid yang Akan Hiasi Langit Akhir April 2026

Asha Bening Rembulan
08/4/2026 18:28
Fakta Menarik Hujan Meteor Lyrid yang Akan Hiasi Langit Akhir April 2026
Astronot Don Pettit di Stasiun Luar Angkasa Internasional mengarahkan kamera videonya ke Bumi saat terjadinya puncak hujan meteor Lyrid pada 2012. Rekaman dari malam itu kini mengungkap gambar-gambar menakjubkan Bumi di malam hari dengan meteor yang terbak(Dok. NASA/JSC/D. Pettit)

HUJAN meteor Lyrid akan kembali menghiasi langit malam pada akhir April 2026. Fenomena ini dikenal sebagai salah satu hujan meteor tertua yang pernah dicatat manusia. Pengamat di Tiongkok telah merekam kemunculannya sejak 687 SM, menjadikan Lyrid sebagai salah satu pertunjukan langit paling bersejarah.

Lyrid terkenal karena meteor-meteornya melesat cepat dan tampak terang. Dalam kondisi normal, hujan meteor ini menghasilkan sekitar 10 hingga 15 meteor per jam saat puncak. Meski begitu, Lyrid juga pernah menunjukkan lonjakan langka dengan jumlah meteor jauh lebih banyak, sehingga selalu menarik ditunggu para pengamat langit.

Fakta Singkat tentang Hujan Meteor Lyrid

Berikut beberapa fakta singkat tentang Lyrid:

  • Asal komet: C/1861 G1 Thatcher
  • Titik pancaran: konstelasi Lyra
  • Jumlah meteor saat puncak: sekitar 10–15 meteor per jam
  • Kecepatan meteor: sekitar 47 kilometer per detik

Fakta Hujan Meteor Lyrid

Meski cukup aktif, meteor Lyrid umumnya tidak meninggalkan jejak debu panjang yang bercahaya di langit. Namun, hujan meteor ini sesekali menghadirkan meteor sangat terang yang dikenal sebagai fireball atau bola api. Inilah salah satu alasan Lyrid kerap disebut sebagai hujan meteor yang singkat, tetapi tetap memikat.

Lyrid paling ideal diamati dari Belahan Bumi Utara. Titik pancarannya berada di dekat bintang terang Vega, salah satu bintang paling mencolok di langit malam, yang berada di konstelasi Lyra. Saat Vega semakin tinggi menjelang tengah malam hingga dini hari, peluang melihat meteor Lyrid juga ikut membesar.

Untuk tahun 2026, waktu terbaik menyaksikan hujan meteor Lyrid adalah malam 21 April hingga dini hari 22 April, terutama setelah tengah malam sampai sebelum fajar. Kondisi pengamatan tahun ini juga cukup menguntungkan karena langit diperkirakan relatif gelap tanpa gangguan cahaya bulan yang besar.

Tips Melihat Hujan Meteor Lyrid

Agar pengalaman melihat Lyrid lebih maksimal, perhatikan beberapa tips berikut:

  1. Pilih lokasi yang gelap dan jauh dari polusi cahaya.
  2. Waktu terbaik mengamati adalah setelah tengah malam hingga sebelum fajar.
  3. Arahkan pandangan ke langit timur, tetapi jangan terpaku tepat ke titik Vega.
  4. Lihat area langit yang lebih luas agar jejak meteor tampak lebih panjang.
  5. Beri waktu mata sekitar 20-30 menit untuk beradaptasi dengan gelap.

Dengan kondisi langit yang mendukung, hujan meteor Lyrid bisa menjadi salah satu fenomena langit paling menarik untuk dinikmati pada April 2026. (NASA/EarthSky/American Meteor Society/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya