Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBELUM terjun sebagai content creator Agustina Sovia Marcony yang akrab disapa Sovi adalah pengusaha triplek. Kebetulan ketika itu, area di sekitar rumahnya di Jakarta Timur agak sulit mencari makanan matang. Itu yang membuat di tengah kesibukannya sebagai pengusaha triplek, Sovi pun mulai belajar masak. Kebetulan, mendiang ibundanya dulu pintar masak dan memiliki usaha katering.
“Jadi saya suka kangen masakan mama. Itu juga yang menjadi salah satu motivasi saya belajar masak dan mulai turun ke dapur. Setiap selesai masak, hasilnya saya foto dan posting di instagram sekaligus dengan resepnya,” ungkap Sovi lewat keterangan yag diterima, Selasa (18/7).
Baca juga: Lewat Media Sosial, Kreator asal Jakarta Ini Bantu UMKM Kuliner Berkembang
Saat itu Sovi sama sekali tidak menyangka kegiatan yang rutin ia lakukan sejak 2015 ini pada akhirnya membawanya menjadi seorang content creator kuliner. Bahkan bisa dibilang, ia adalah salah satu pelopor content creator yang membagikan resep masakannya kepada masyarakat“Pada saat itu masih jarang orang yang melirik konten memasak yang sekaligus kasih resep masakannya. Itu mungkin yang membuat akun saya berbeda dengan akun-akun kuliner lainnya. Efeknya, followers instagram saya cepat bertambah,“ tandasnya.
Baca juga: Begini Cara Eksis Jadi Kreator Konten A La Rizky Ayu
Hobinya berbagi foto dan resep masakan itu pula yang membuat akun instagram Sovi diperhatikan oleh pakar kuliner William Wongso dan artis Ashanti. Misinya saat itu hanya satu, yakni ia ingin memengaruhi orang agar tidak lagi memandang kegiatan memasak sebagai satu hal yang sulit, melainkan sangat menyenangkan.
Sovi berusaha mengajak pengikutnya untuk berani mencoba memasak sendiri di rumah dari resep yang paling simple dulu. “Intinya jangan takut untuk mencoba. Memasak itu sebenarnya mudah sekali asal kita ada kemauan,” ujar wanita kelahiran Stabat, 17 Agustus 1980 ini
Kini akun @sovifooddiary milik Sovi semakin berkembang pesat, di Instagram memiliki 125 ribu pengikut, sedangkan di TikTok sudah mencapai 15 ribuan pengikut. Postingannya pun semakin variatif. Bahkan, demi berburu konten kuliner, ia sampai melakukan solo traveling ke beberapa negara di Asia, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, India, Taiwan, Hong Kong dan Jepang.
Malah untuk berburu kuliner di Thailand, hampir dua atau tiga bulan sekali ia berkunjung ke sana. Aku Sovi, selain masakan Indonesia, ia juga merasa jatuh cinta dengan masakan asal Negeri Gajah Putih tersebut. Kalau sedang di Thailand, ia sampai blusukan ke daerah-daerah pelosok yang jarang didatangi turis untuk menemukan local food di sana.
“Istilahnya saya mencari hidden gems. Saya naik ojek sampai masuk ke kampung-kampung. Pernah naik ojek sampai satu jam perjalanan karena lokasinya memang di pelosok banget. Lumayan pegal juga badan tapi begitu ketemu restoran hidden gems tersebut dan mencicipi makanannya, rasa pegal itu hilang, berganti hati dan perut yang jadi senang<" uajr Sovi.
Yang pasti karena terbiasa melakukan solo traveling, Sovi juga harus memberikan perhatian ekstra agar konten yang dihasilkannya tetap berkualitas baik. Salah satunya, ia harus memiliki peralatan penunjang yang prima dalam membuat konten, seperti gimbal dan drone. Tentunya harga peralatan ini tidak murah, tapi bagi Sovi itu tidak jadi masalah. “Ini merupakan bentuk keseriusan saya dalam menggarap konten. Anggap saja bagian dari investasi,” tukasnya
Satu hal lagi yang menarik diketahui, dikenal sebagai sosok yang pintar masak, ada satu makanan yang identik dengan sosok Sovi, yaitu bakcang (non halal). Awalnya ia coba-coba membuat bakcang dan mengirimkan testernya kepada pakar kuliner Indonesia, William Wongso. “Ternyata setelah mencoba bakcang saya, om William suka sekali dan mensupport saya untuk menjual bakcang ini. Mulailah saya juga berjualan bakcang. Setiap tiga minggu sekali, saya open PO bakcang di instastory saya,” ungkap Sovi yang mematok harga Rp 70 ribu per bacang. Dalam sehari ia bisa memproduksi 300 hingga 400 bakcang. (H-3)
Psikolog Sani B. Hermawan mendukung PP Tunas (PP No 17 Tahun 2025) sebagai langkah darurat melindungi anak di bawah 16 tahun dari kejahatan digital.
PAPDI mengungkapkan misinformasi di media sosial menyebabkan cakupan vaksinasi campak 2025 turun drastis, menjauh dari target WHO 95%.
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Selain AI, gim daring populer seperti Roblox dan Minecraft juga dinilai menghadirkan risiko karena anak-anak sering kali sulit membedakan antara dunia gim dan realitas.
Dibandingkan menerapkan pelarangan akses secara total, YouTube memilih pendekatan fitur perlindungan yang terintegrasi dan berbasis usia.
Rudianto tidak membeli ikan dari pasar besar yang telah melalui rantai distribusi panjang. Ia menjemput bola langsung dari tangan para nelayan lokal.
Keberlanjutan dalam dunia kuliner dimulai dari pemilihan bahan baku yang sadar dan transformasi menu.
HARRIS Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung menghadirkan promo kuliner Beyond Plates dengan menu lokal, Chinese, dan Western spesial HUT ke-30 Ascott.
Bold flavor menjadi tren kuliner utama yang mengedepankan rasa tajam, pedas, dan rempah kuat. Simak pengaruhnya pada industri makanan saat ini.
EKSPLORASI rasa menjadi hal yang semakin digemari para pencinta kuliner di Tanah Air. Saat ini, bold flavor menjadi salah satu tren rasa kekinian yang digemari masyarakat Indonesia.
Pada kesempatan itu juga diadakan sesi percobaan hasil olah daging (food tasting session).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved