Menyesap Pedas-Asam Ikan Manyung & Sembilang, Surga Tersembunyi di Tepian Kali Tikung Sidoarjo

Hery Susetyo
29/4/2026 20:11
Menyesap Pedas-Asam Ikan Manyung & Sembilang, Surga Tersembunyi di Tepian Kali Tikung Sidoarjo
Ilustrasi(MI/HERY SUSETYO)

SIDOARJO seringkali hanya diingat lewat kemacetan atau industri tambaknya. Namun, cobalah menepi sejenak ke Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati. Di sana, di antara semilir angin payau dan hilir mudik perahu nelayan, tersaji sebuah mahakarya kuliner yang mampu membakar lidah sekaligus menenangkan pikiran: Asem-Asem Ikan Manyung dan Sembilang.

Warung milik Rudianto ini bukan sekadar tempat makan. Lokasinya "terjepit" di antara dua panorama yang menenangkan; aliran tenang sungai Kali Tikung di sisi kanan dan hamparan tambak yang meluas di sisi lainnya.

Saat semangkuk asem-asem mendarat di meja, aroma rempah langsung menyeruak. Kuahnya yang berwarna kuning pekat bukan sekadar hiasan. Di dalamnya, berenang potongan daging ikan manyung dan sembilang yang tebal, berselimut irisan cabai rawit yang menantang dan taburan daun bawang segar.

"Asyik suasananya, ada perahu lewat. Anginnya juga semilir, enak," ujar Medy, salah satu pengunjung yang rela menempuh perjalanan demi sensasi pedas-gurih ini, Selasa (28/4).

Kekuatan utama dari hidangan ini terletak pada integritas bahan bakunya. Rudianto tidak membeli ikan dari pasar besar yang telah melalui rantai distribusi panjang. Ia menjemput bola langsung dari tangan para nelayan lokal.

Ikan manyung & sembilang ditangkap dengan pancing dan jaring di sungai serta laut sekitar. Demikian pula bandeng & udang diambil langsung dari petani tambak warga desa setempat.

"Ikan-ikan ini didapat dari nelayan sekitar sini. Jadi kesegarannya masih sangat terjaga," ungkap Rudianto sembari menyiapkan pesanan. Kesegaran inilah yang membuat tekstur ikan tetap kenyal dan tidak amis saat berpadu dengan kuah asam yang segar.

Meskipun berawal dari menu rumahan untuk warga sekitar, kini warung Rudianto telah bertransformasi menjadi magnet bagi pemburu kuliner dari Surabaya, Sidoarjo, hingga Mojokerto.

Setiap harinya, dapur warung ini sibuk mengolah setidaknya 10 kg ikan nanyung dan 15 kg ikan sembilang. Angka ini melonjak tajam saat memasuki hari libur, di mana rombongan keluarga besar biasanya datang untuk "pesta" hasil tambak.

Untuk menikmati satu paket lengkap yang bisa disantap oleh 4 orang, pengunjung cukup merogoh kocek antara Rp100 ribu hingga Rp125 ribu (tergantung ukuran ikan). Harga yang sangat kompetitif mengingat porsi dan pengalaman "makan di tepi air" yang didapatkan.

Akses menuju lokasi pun tergolong ramah bagi pelancong, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Bagi Anda yang merindukan kombinasi rasa pedas, gurih, dan asam yang autentik, tepian Kali Tikung adalah jawaban yang tepat untuk menuntaskan lapar. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya