Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN besar wilayah Rusia-Asia baru dapat dihuni pada akhir abad ke-21 karena perubahan iklim. Hasil penelitian yang dilakukan tim studi dari Krasnoyarsk Federal Research Center, Rusia, dan National Institute of Aerospace, USA, ini didapat melalui skenario iklim saat ini, diprediksi untuk memeriksa kenyamanan iklim Rusia-Asia, dan menyusun potensi permukiman manusia sepanjang abad ke-21.
Untuk melakukan analisis, tim peneliti menerapkan cara kolektif suhu pada Januari dan Juli serta curah hujan tahunan dari dua skenario Rusia-Asia untuk menemukan efek masing-masing pada tiga indeks iklim yang penting bagi mata pencaharian dan kesejahteraan manusia.
Para peneliti juga menemukan bahkan di bawah skenario RCP 2.6, potensi lanskap ekologis untuk keberlanjutan manusia akan meningkat di lebih dari 15% area, yang dapat memungkinkan peningkatan lima kali lipat dalam kapasitas wilayah untuk mempertahankan dan menjadi menarik bagi populasi manusia.
"Rusia-Asia saat ini sangat dingin. Dalam iklim yang lebih hangat di masa depan, ketahanan pangan dalam hal distribusi tanaman dan kemampuan produksi cenderung menjadi lebih menguntungkan bagi orang-orang untuk mendukung permukiman," kata Dr Parfenova. (Sciencedaily/Rkp/L-2)
Pembentukan Satgas ini menjadi langkah strategis tindak lanjut Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 untuk memperkuat tata kelola kawasan konservasi secara menyeluruh.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Musim dingin yang terlalu hangat menyebabkan bunga gagal mekar sempurna dan merusak tradisi ribuan tahun.
Ibu kota India, New Delhi, mencatatkan suhu tertinggi 42,8 derajat Celsius pada Sabtu (25/4).
Ilmuwan Smithsonian (STRI) melaporkan kegagalan fenomena upwelling di Teluk Panama pada 2025 akibat angin yang melemah. Ancaman serius bagi ekosistem dan nelayan.
PEMAHAMAN dan mitigasi perubahan iklim menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya risiko krisis lingkungan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved